Belum Diperbolehkan Beroperasi, Mal Diminta Lebih Bersabar

Belum Diperbolehkan Beroperasi, Mal Diminta Lebih Bersabar
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna (antara)

INILAH, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna menyebut mal tidak masuk dalam kategori tempat yang dilonggarkan di masa pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) proporsional.

Menurut dia, kebijakan itu diambil untuk menghindari kerumunan dan antrean dalam suatu tempat. Terlebih, pusat perbelanjaan bisa menampung hingga ratusan orang yang berpotensi meningkatkan penyebaran virus corona.

"Sehingga mal, atau pusat perbelanjaan tidak termasuk yang dilonggarkan dalam penyesuaian saat ini," kata Ema di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung.

Dijelaskan dia, komplek toko atau deretan toko yang dilonggarkan di masa PSBB proporsional adalah mereka yang dikelola secara mandiri. Itu pun di luar komplek pusat perbelanjaan, dan dibatasi hanya sebanyak 30 persen saja.

"Untuk mal kita minta bersabar dulu, meskipun mereka sudah membuat surat pernyataan. Termasuk juga tenant-tenant di pasar swalayan, tidak boleh beroperasi. Mereka mengikuti ketentuan yang sama dengan mal," ucapnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, sebelumnya memutuskan untuk memperpanjang PSBB secara proporsional hingga 12 Juni. Di masa ini, Kota Bandung memberikan kelonggaran dengan membatasi kerumunan hingga 30 persen dari kapasitas tempat. (yogo triastopo)