Mumpung Masih ada Air, Petani Diminta Percepat Masa Tanam

Mumpung Masih ada Air, Petani Diminta Percepat Masa Tanam
net

INILAH, Purwakarta – Di Kabupaten Purwakarta, ketersediaan air untuk kebutuhan pesawahan, sampai saat ini masih sangat melimpah. Sehingga, hal ini bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi petani untuk melakukan tanam padi.

Atas dasar itu, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta mendorong para petani supaya tak menunda musim tanam gadu tahun ini. Apalagi, merujuk pada data yang ada, diprediksi hingga akhir bulan Mei ini hujan masih turun di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan menuturkan, pihaknya telah menyebar imbauan supaya petani bisa segera memercepat masa tanam saat musim kemarau ini. Percepat tanam ini, guna menghindari gagal tanam atau panen akibat musim kemarau.

“Saat ini sudah memasuki musim kemarau. Makanya, mumpung ketersediaan air masih melimpah kami mengimbau petani untuk segera tanam,” ujar Agus kepada INILAH, Minggu (31/5/2020).

Imbauan yang telah disosialisasikan per 1 Mei kemari itu, sambung dia, bukan tanpa alasan. Karena, menurutnya ini bisa menjadi kondisi menguntungkan bagi petani. Jangan sampai, saat puncak kemarau nanti petani tak bisa tanam akibat tidak ada sumber air.

Agus berpendapat, selama ini kebiasaan petani sering menunda tanam karena ada alasan tertentu, saat ini mulai terkikis. Dengan kata lain, petani di Purwakarta sudah semakin sadar dan bersemangat dalam menanam padi ataupun palawija.

Begitu panen dan masih ada air, merekan akan langsung mengolah sawah untuk tanam padi selanjutnya. Kalau dulu, tanam padi itu belum sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah. Bahkan, tak jarang petani yang akan tanam, harus bertanya dulu kepada paranormal.

“Kalau dulu iya, bertanya dulu kepada paranormal, tanamnya kapan. Karenanya, dulu sering terjadi kemunduran tanam akibat petani menundanya. Tetapi, sekarang sudah berbeda. Petani kita sudah semakin cerdas, selagi masih ada air mereka akan terus tanam,” jelas dia.

Agus bersyukur, karena tingkat kesadaran petani saat ini sudah cukup tinggi. Salah satu indikatornya terlihat dari luasan sawah yang sudah ditanami. Hal mana, target untuk Mei ini luas lahan yang ditanami mencapai 4.000 hektare. Tapi, realisasinya melampaui target, yakni lebih dari 5.000 hektare. 

Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi terjadinya hal buruk saat musim kemarau ini. Salah satunya, mendata sumber air yang cukup potensial. Seperti, embung atau mata air. Kemudian, menyiapkan bantuan pompa air. 

“Kami juga merekomendasikan ke petani, untuk menggunakan varietas padi yang tahan terhadap musim kering. Salah satunya, varietas Inpari,” pungkasnya. (Asep Mulyana)