Kabupaten Bandung Akan Masuki Masa Adaptasi Kehidupan Baru

Kabupaten Bandung Akan Masuki Masa Adaptasi Kehidupan Baru

INILAH, Bandung - Bupati Bandung Dadang M Naser dalam waktu dekat akan membuka kembali sejumlah sektor kehidupan masyarakat di masa adaptasi kehidupan baru (AKB) atau new normal. 

"Untuk sektor pariwisata akan kami persiapkan buka 6 Juni 2020. Pendidikan 13 Juli begitu juga sektor industri dan perdagangan," kata  Dadang di Soreang, Minggu (31/5/2020).

Di sektor pariwisata, kata Dadang, saat dibuka kembali pengunjung harus dibatasi maksimal 30 persen saja. Reuni atau pengunjung bergerombol harus dilarang masuk. Alat-alat penunjang protokol kesehatan juga harus disediakan pengelola. Seperti masker, handsanitizer, pengukur suhu tubuh dan lainnya. 

"Begitu juga di sektor industri. Sama juga harus menerapkan protokol kesehatan. Untuk jam kerjanya akan diatur kemudian. Ini juga berlaku untuk jam operasional di sektor perdagangan," ujarnya.

Sementara itu di sektor pendidikan, kata dia, juga akan dibuka. Namun akan ada pemberlakuan sistem shifting. Jumlah siswanya akan dibagi menjadi dua. 

Selain itu, lanjut Dadang, satu meja diwajibkan untuk digunakan satu siswa saja. Jadi sistemnya bisa bergantian seminggu sekali. 

"Sebagian masuk seminggu, sebagian belajar di rumah. Jadi tidak ada boleh yang semuanya masuk. Tentu protokol kesehatan harus dipatuhi," katanya. 

Sedangkan untuk tempat peribadatan seperti masjid dan gereja, lanjut dia, diperbolehkan melakukan aktivitasnya kembali. Dengan catatan, hanya tempat peribadatan yang masuk zona kuning, biru, dan hijau. 

"Yang masuk zona itu silahkan DKM-nya berembug untuk membuka kembali. Gereja pun sama. Yang penting tetap patuhi protokol kesehatan," ujarnya.

Dadang mengimbau agar masyarakat tetap disiplin dan patuh terhadap aturan meski PSBB sudah berakhir. Ia meminta masyarakat agar tidak euforia. 

Sebab, kata Dadang, Pemkab Bandung akan melanjutkan dengan AKB sesuai instruksi presiden dengan melakutan pengetatan-pengetatan dna pengawasan di sejumlah lini kehidupan. 

"Ketika AKB berlangsung, masyarakat juga bukan berarti bebas keluar rumah. Sesuaikan dengan kebutuhan saja. Di luar saat beraktivitas juga harus menerapkan etika batuk. Meludah juga jangan sembarangan," katanya. (Dani R Nugraha)