Microsoft Pecat Puluhan Jurnalis, Gantikan dengan AI

Microsoft Pecat Puluhan Jurnalis, Gantikan dengan AI
Ilustrasi/Net

INILAH, Redmond - Microsoft memberhentikan puluhan jurnalis dan pekerja editorial di Microsoft News dan organisasi MSN, seiring raksasa teknologi ini akan mulai mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten dan berita.

Pemutusan hubungan kerja ini adalah bagian dari dorongan yang lebih besar oleh Microsoft untuk mengandalkan AI untuk mengambil berita dan konten yang disajikan di MSN.com, di dalam browser Microsoft's Edge, dan di berbagai aplikasi Microsoft News.

Banyak pekerja yang terpengaruh adalah dari divisi Microsoft SANE (pencarian, iklan, Berita, Edge) dan dikontrak sebagai editor 'manusia' untuk membantu memilih cerita.

"Seperti semua perusahaan, kami mengevaluasi bisnis kami secara teratur," kata juru bicara Microsoft dalam sebuah pernyataan yang dilansir The Verge.

"Ini dapat menghasilkan peningkatan investasi di beberapa tempat dan, dari waktu ke waktu, penempatan kembali di tempat lain. Keputusan ini bukan hasil dari pandemi saat ini," lanjut juru bicara itu lagi.

Microsoft menegaskan bahwa pemecatan ini tidak terkait langsung dengan pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, bisnis media di seluruh dunia telah terpukul oleh pendapatan iklan yang merosot di TV, surat kabar, online, dan banyak lagi.

Business Insider pertama kali melaporkan pemutusan hubungan kerja karyawannya pada Jumat (29/5/2020), dan mengatakan bahwa sekitar 50 pekerja terpengaruh di AS.

Pengurangan pekerja Microsoft News juga mempengaruhi tim internasional. The Guardian melaporkan bahwa sekitar 27 orang diberhentikan dari pekerjaannya di Inggris setelah Microsoft memutuskan untuk berhenti mempekerjakan manusia untuk membuat artikel di laman-laman mereka. (Inilahcom)