23 Mal di Kota Bandung Siap Sambut New Normal

23 Mal di Kota Bandung Siap Sambut New Normal
istimewa

INILAH, Bandung-Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperindag) Jawa Barat menerima pengajuan dari 23 mall agar dapat kembali beroperasi. Sejumlah mall yang berada di Kota Bandung yang notabene zona kuning Covid-19 tersebut sudah menyatakan kesiapan untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB). 

Kepala Diseperindag Jabar Moh Arifin Soedjayana mengatakan bilamana memungkinkan untuk tahap awal, tidak seluruh mall tersebut kembali beroperasi. Namun dari 23 mall, sebagai percontohan hanya lima sampai enam mall saja yang akan diizinkan menerapkan AKB.

"Lima atau enam mall ini dari sisi penerapan protocol kesehatan sudah sangat siap dan paling memungkinkan,” ujar Arifin, Senin (1/6/2020).

Menurut Arifin, berbeda dengan mall atau pusat perbelanjaan yang berada di zona biru yang dipastikan tidak ada masalah untuk beroperasi dengan syarat menerapkan seluruh standar AKB. Arifin mengingatkan meski pembukaan mall diyakini bisa menyelamatkan ribuan pekerja dari pemutusan kerja, kesediaan penerapan protokol kesehatan oleh pengelola harus dibarengi dengan kedisiplinan dan kepatuhan warga.

Adapun untuk 23 mall di Kota Bandung yang telah mengajukan surat pernyataan kesanggupan penerapan AKB, mengharapkan agar dapat kembali buka. Mengingat sejauh ini sudah bahkan karyawan yang di PHK. 

“Mall sudah bersedia memenuhi syarat AKB, mereka berharap buka karena sudah banyak pekerja yang di PHK,” ungkapnya. 

Arifin memaparkan, berdasarkan catatan pihaknya tercatat 8.895 karyawan yang di PHK dari 23 mall di Kota Bandung terhitung pada 20 Mei lalu. Jumlah tersebut kian bertambah setelah Idul Fitri hingga mencapai 15.665 orang. 

"Teman-teman pengelola sudah ingin buka, karena sejak tiga bulan tidak beroperasi ribuan sudah dirumahkan,” ujarnya.

Beberapa persyaratan yang siap dipatuhi para pengelola antara lain pembentukan Tim Penanganan Covid-19,  penyediaan ruang isolasi dengan petugas yang mengenakan alat pengaman diri, juga kepatuhan membuka jam operasional dari pukul 10:00-20:00 WIB. “Kapasitas mereka juga sudah berhitung, hanya sampai 50%,” katanya.

Pengelola juga bersedia dilakukan penegakan hukum bagi tenant yang melakukan pelanggaran dengan cara penutupan dan penyegelan. Tenant makanan juga tidak diperbolehkan membuka layanan makan di tempat dan hanya  melayani pesanan makan untuk dibawa pulang (take away). 

“Dan seluruh protocol kesehatan yang diwajibkan seperti menjaga jarak fisik, pemakaian masker dan penyediaan tempat cuci tangan atau hand sanitizer,” kata Arifin.

Meski sudah ada kesiapan, namun kepastian pembukaan kembali mall atau pusat perbelanjaan menurut Arifin berada di masing-masing kepaladaerah serta disesuaikan dengan level kewaspadaan yang ada. Dia menunjuk Kota Bandung yang awalnya akan membuka mall urung karenamemperpanjang status pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

 “Kemarin Kota Bandung mau buka, tapi karena PSBB diperpanjang jadi urung lagi,” kata Arifin. (riantonurdiansyah)