Covid-19 Kota Bogor Melandai, Bagian Hukum Rancang Perwali AKB

Covid-19 Kota Bogor Melandai, Bagian Hukum Rancang Perwali AKB
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Kabag Hukum dan HAM Kota Bogor Alma Wiranta menerangkan, regulasi The New Normal di Jawa Barat akan menggunakan istilah adaptasi kebiasaan baru (AKB). Untuk itu, penerbitan produk hukum daerah berupa peraturan wali kota (Perwali) dan keputusan wali kota akan disesuaikan dengan level kewaspadaan Covid-19 Kota Bogor secara proporsional.

"Tingkatan Level Kewaspadaan Covid-19 Kota Bogor sangat menentukan dapat atau tidak diterapkan AKB, saat ini Kota Bogor masih masuk zona kuning (level 3), sehingga sesuai rapat virtual antara Wali Kota Bogor Bima Arya dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada evaluasi PSBB transisi Kota Bogor diharapkan pada 4 Juni sudah masuk ke level 2 (zona biru) dan itu harus berdasarkan hasil kajian epidemiologi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat," kata Alma, Senin (1/6/2020).

Alma melanjutkan, di masa PSBB transisi ini regulasi Perwali Nomor 44/2020 tetap diberlakukan sepanjang belum ada kebijakan baru. Saat inim pihaknya menyusun terkait Perwali tentang substansinya persiapan AKB.

"Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020, Pengakhiran PSBB harus mendapat persetujuan dari Menteri Kesehatan, dan untuk persiapan AKB di Kota Bogor adalah menindaklanjuti nilai kewaspadaan yang telah ditetapkan Gugus Tugas Provinsi ke dalam tingkatan Kecamatan atau Kelurahan Kota Bogor yang dinamakan Karantina Mikro," tambahnya.

Menurutnya, evaluasi ini dilakukan sesuai rumus yang ada dalam lampiran surat Gubernur Jawa Barat kepada Menteri Kesehatan Nomor 460/2478/Hukham tanggal 28 Mei. Kota Bogor melalui Wali Kota Bima Arya dan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor akan melaporkan kesanggupan dan kesiapan pelaksanaan AKB, yang dilengkapi dengan data dan kesiapan anggaran.

"Selama persetujuan Menteri Kesehatan belum terbit, Kota Bogor tetap melaksanakan PSBB transisi secara proporsional, dan Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 46 tahun 2020 tanggal 30 Mei 2020, maka Perwali Bogor berjudul pelaksanaan PSBB secara Proporsional sesuai Level Kewaspadaan sebagai Persiapan AKB dalam penanganan Covid-19 di Kota Bogor, akan kami ajukan ke Wali Kota untuk meminta persetujuan," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, beberapa hari ini belum ada lagi kenaikan jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Bogor. 

"Angka 48 sembuh dan 48 yang dirawat. Mudah-mudahan tren kesembuhan pasien semakin tinggi dan tidak ada lagi penambahan pasien positif. Itu tantangannya," pungkasnya. (Rizki Mauludi)