Benahi Sampah Plastik Citarum, Greeneration Foundation Dapatkan Hibah Rp14 Miliar 

Benahi Sampah Plastik Citarum, Greeneration Foundation Dapatkan Hibah Rp14 Miliar 
istimewa

INILAH, Bandung - Greeneration Foundation bersama Waste4Change dan RiverRecycle mendapatkan dana hibah sebesar US$1 juta atau sekitar Rp14 miliar untuk mengembangkan sebuah proyek percontohan di sungai Citarum.

Pemberi donor proyek ini yaitu Benioff Ocean Initiative di UC Santa Barbara dan The Coca-Cola Foundation. Kontrak telah ditandatangani Greeneration Foundation pada 16 Maret 2020. Proyek ini akan berjalan selama tiga tahun, dimulai sejak Maret 2020 hingga Januari 2023 mendatang.

Direktur Eksekutif Greeneration Foundation Vanessa Letizia menuturkan, Indonesia merupakan negara yang memiliki ekosistem laut yang kaya. Namun, pencemaran laut masih menjadi salah satu masalah yang masih belum bisa terselesaikan. 

Indonesia bersama beberapa negara lain di Asia Tenggara seperti China, Vietnam, Filipina dan Thailand berkontribusi menyumbang sampah plastik sebanyak 50% dari jumlah plastik yang ada di lautan. Pada 2010, negeri ini menghasilkan sampah sebanyak 3,22 juta ton per tahun karena sampah tersebut tidak dikelola dengan baik. Dari total itu, perkiraan sampah yang masuk ke lautan sebanyak 0,48 hingga 1,29 juta metric ton. 

Jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat jika tidak ada intervensi dalam pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Sekitar 80% dari sampah lautan berasal dari daratan yang masuk melalui sungai. Sungai Citarum dipilih karena merupakan salah satu sungai terbesar di Indonesia dan memiliki fungsi yang penting seperti regulasi banjir dan sumber air baku. 

Selain itu, aliran yang panjang memiliki potensi untuk mengakumulasi sampah plastik yang akan terbawa ke laut. Sampah menjadi salah satu indikator yang dapat dilihat menjadi masalah di Sungai Citarum karena banjir masih terjadi di pemukiman sekitar sungai. Saat ini, pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat untuk membersihkan sungai Citarum dalam program Citarum Harum. Proyek percontohan ini diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam upaya perbaikan lingkungan sungai Citarum.

“Kami sadar bahwa pengelolaan sampah plastik masih menjadi sebuah masalah yang besar di Sungai Citarum. Kami sangat menantikan untuk memulai proyek ini dengan seluruh rekan yang tergabung dalam Clean Current Coalition. Kami berharap peran kami untuk melakukan communication outreach dalam proyek ini dapat bermanfaat bagi komunitas yang tinggal di sepanjang sungai untuk dapat mengelola sampah plastik dengan baik dan dapat membuat kondisi Sungai Citarum menjadi lebih baik dalam jangka waktu yang panjang," kata Vanessa dalam rilis yang diterima, Senin (1/6/2020).

Menurutnya, tujuan utama dari proyek percontohan ini adalah untuk mengurangi polusi sampah laut secara signifikan melalui pembersihan sampah di Sungai Citarum sebagai layanan gratis bagi komunitas yang terdampak. Kami melakukan pendekatan teknikal dan sosial agar hasil dari proyek ini semakin maksimal. Sistem fisik yang akan dipasang di Sungai Citarum akan memerangkap sampah yang melewati sistem. Selanjutnya sampah tersebut akan disortir dan dipisahkan untuk diketahui komposisi dan beratnya, khususnya sampah plastik. 

Selain itu, masyarakat sekitar akan menjadi target audiens utama dari kampanye manajemen sampah yang lebih bertanggung jawab. 

Sebagai donatur, Benioff Ocean Initiative juga memiliki harapan tersendiri terhadap proyek ini. Molly Morse, pemimpin dari Benioff Ocean Initiative program plastik, menyebutkan Benioff Ocean Initiative telah memiliki kesempatan untuk bekerja dengan beberapa Pemecah Masalah yang sangat hebat dalam mengatasi permasalahan kesehatan lingkungan, seperti penyebaran sampah plastik yang luas di perairan dunia. 

“Kami sangat senang bekerja dengan Greeneration Foundation dan mitra kerjanya untuk mendukung usaha yang penting ini di Sungai Citarum untuk membersihkan sampah plastik, membuat perubahan sosial dan membangun sebuah pemodelan yang berkelanjutan dan dapat ditiru untuk pengelolaan sampah di Indonesia,” sebutnya.

Dalam pelaksanaannya, Greeneration Foundation sebagai organisasi yang bergerak di bidang lingkungan akan menjadi pemimpin proyek dan juga spesialis dalam bidang komunikasi. 

Waste4Change akan menjadi ahli manajemen sampah dan RiverRecycle akan mengembangkan sistem fisik yang akan digunakan dalam proyek ini. Selain itu kami juga bekerjasama dengan Deltares untuk melakukan studi dalam penentuan lokasi proyek percontohan di Sungai Citarum.

"Isu sampah Citarum sudah bertahun-tahun menjadi fokus dunia. Ide untuk solusi untuk isu ini pun sangat banyak dan ada beberapa yang sudah diimplementasikan. Sebagai perusahaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, kami percaya kunci dari kesuksesan sebuah program adalah dari keberlanjutannya. Bersama Clean Currents Coalition, Waste4Change bertekad untuk memberikan solusi yang holistik serta membangun ekosistem agar pelayanan pengelolaan sampah menjadi lebih baik agar tidak ada lagi sampah masuk ke sungai. Semoga dengan program ini, kami dapat berkontribusi secara positif terhadap isu marine debris," kata Pendiri dan Direktur Utama Waste4Change Mohamad Bijaksana Junerosano. (*)