Bantuan Beras Bupati Bermasalah, DPRD Kab Bogor Panggil Dua Instansi Ini

Bantuan Beras Bupati Bermasalah, DPRD Kab Bogor Panggil Dua Instansi Ini
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Komisi II DPRD Kabupaten Bogor akan memanggil Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan Gudang Bulog Dramaga, hal itu karena lambatnya distribusi bantuan beras dan buruknya kualitas beras.

Seperti diketahui, saat ini Bumi Tegar Beriman sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ke IV, tetapi bantuan beras sebesar 30 Kg perkeluarga penerima manfaat perbulan baru untuk bulan pertama.

"Sudah perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke IV, bantuan Bupati Bogor berupa beras sebanyak 30 Kg perkeluarga penerima manfaat baru sampai di 25 kecamatan dari total 40 kecamatan. Selain itu juga ada permasalahan buruknya kualitas beras hingga kami berencana akan memanggil Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan Gudang Bulog Dramaga," ucap Kukuh Sri Widodo anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor kepada wartawan, Senin (1/6)

Anggota komisi II lainnya yang juga sama - sama politisi Partai Gerindra yaitu Adi Suwardi menambahkan dengan menurun atau buruknya  kualitas beras, maka hal itu harus segera dibenahi oleh Dinas Perdagangan dan  Perindustrian dan Gudang Bulog Dramaga.

"Untuk Kecamatan Gunung Putri penyaluran bantuan beras kualitas medium dari Bupati Bogor baru turun akhir pekan kemarin, walaupun berasnya tidak berkutu dan seburuk seperti di Kecamatan Ciseeng saya menganggap tetap harus ada peningkatan dalam kualitas beras," tambah Adi.

Terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor Nuradi menjelaskan bahwa luasnya wilayah Bumi Tegar Beriman dan banyaknya jumlah keluarga penerima manfaat menjadi hambatan dalam distribusi bantuan beras.

"Harusnya bantuan beras sudah bulan kedua, namun karena luasnya wilayah hingga butuh armada truk yang banyak hingga kami baru mau menuntaskan untuk bulan perrama dimana kecamatan yang sudah tersalurkan baru 25 kecamatan dari total 40 kecamatan," jelas Nuradi.

Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor ini melanjutkan selain masalah luasnya wilayah hingga butuh armada truk yang banyak, alasan lainnya adalah banyaknya jumlah keluarga penerima manfaat, waktu libur Hari Raya Idul Fitri dan lambatnya penyerahan data keluarga penerima manfaat bantuan beras.

"Agar bantuan beras bulan kedua tidak lagi terlambat maka permasalahan diatas yaitu kekurangan armada truk hingga keakurataj data keluarga penerima manfaat bantuan beras akan segera kami benahi bersama dengan Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor," lanjutnya. (Reza Zurifwan)