Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan

Telegram Kembangkan Fitur Reaksi Pesan
istimewa

INILAH, San Francisco - Aplikasi layanan pesan instan Telegram kabarnya tengah mengembangkan fitur reaksi terhadap pesan.

Bocoran mengenai fitur baru itu datang dari akun Twitter WABetaInfo yang terkenal dengan bocoran soal fitur-fitur baru aplikasi WhatsApp.

"Cukup lucu untuk mempublikasikan ini di sini, tapi @telegram sedang mengerjakan reaksi pesan (menggunakan hati), tersedia untuk pembaruan sisi server di masa depan," cuit @WABetaInfo.

Akun tersebut juga mengunggah beberapa ikon hati --ada hati yang retak maupun utuh-- yang terlihat mirip dengan emoji reaksi pada Facebook, Instagram, Twitter, bahkan iMessage juga memiliki fitur reaksi pesan serupa.

Mengutip Techlapse, reaksi pesan ini memungkinkan pengguna untuk dengan cepat mengungkapkan suasana hati hanya dengan menekan lama pada pesan yang diterima.

WhatsApp jelas merupakan aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan di dunia, namun Telegram perlu diantisipasi Facebook karena kehadiran fitur-fitur baru.

Salah satunya adalah kehadiran mode gelap alias dark mode pada Telegram yang beberapa bulan lebih dahulu tiba dibanding WhatsApp.

Belum diketahui ikon-ikon apa saja yang akan hadir dalam fitur reaksi pesan tersebut, namun diyakini tim pengembang Telegram akan menambah variasi, selain ikon berbentuk hati yang jelas dirancang untuk mengeskspresikan empati pada teks pesan yang diterima.

Menurut @WABetaInfo, fitur reaksi pesan akan segera dirilis dalam bentuk pembaruan sisi server, sehingga fitur tersebut akan hadir tanpa perlu mengunduh pembaruan aplikasi baru.

Sementara itu, pada April lalu, Telegram juga dikabarkan tengah mengembangkan layanan panggilan video grup yang akan diluncurkan akhir tahun ini.

Terkenal dengan layanan pesan enkripsi ujung-ke-ujung atau end-to-end encryption, Telegram mengklaim bahwa layanan panggilan video grup akan menawarkan jaminan keamanan, yang merupakan sindiran untuk Zoom, yang berupaya memperbaiki keamanan setelah mengalami skandal keamanan dalam beberapa bulan terakhir. (inilah.com)