Pembukaan Objek Wisata di Garut Batal, Masih Tunggu Regulasi

Pembukaan Objek Wisata di Garut Batal, Masih Tunggu Regulasi
Antara Foto

NILAH, Garut- Alih-alih mulai menyambut pengunjung memasuki kenormalan baru (new normal) pasca-pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada 2 Juni 2020, para pengelola obyek wisata di Kabupaten Garut mesti gigit jari.

Pasalnya, rencana dibukanya kembali objek wisata di Garut per 2 Juni seperti dijanjikan Bupati Garut Rudy Gunawan tak terbukti. Pun keputusan bisa atau tidaknya dibuka kembali obyek wisata dijadwalkan pada hari yang sama ternyata batal diumumkan Pemkab Garut.

Menurut Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbadpur) Kabupaten Garut Makmun, batalnya pengumuman mengenai kapan pembukaan kembali obyek wisata di Garut dengan menerapkan protokol Covid-19 memasuki kehidupan kenormalan baru karena pihaknya masih menunggu pemberitahuan dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jawa Barat.

"Belum (ada keputusan,red.). Menunggu pemberitahuan dari Pemerintah Pusat dan provinsi. Tapi langkah persiapan daerah ke arah tersebut terus kami lakukan," ujar Makmun, Selasa (2/6/2020).

Sebelumnya, usai Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut pada 27 Mei 2020, Bupati Garut Rudy Gunawan yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Pemkab Garut mengatakan tempat wisata terutama hotel dan restoran di Garut boleh buka per 2 Juni ini. Hanya setiap obyek wisata diharuskan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, social distancing, dan pembatasan pengunjung.

Menurut Rudy, boleh bukanya objek wisata tersebut karena Kabupaten Garut termasuk level 2 atau zona biru Covid-19. Sehingga dapat melakuan aktivitas kehidupan kenormalan baru, termasuk sektor wisata yang merupakan andalan ekonomi Kabupaten Garut.

Pengelola Taman Wisata Cikembulan Garut Willy Ariesta mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat banyak kecuali menunggu kebijakan pemerintah mengenai pembukaan kembali obyek wisata.

"Kemarin, hasil rapat, Garut masih menunggu regulasi, Pergub (Peraturan Gubernur) dan Perbup (Peraturan Bupati).  Disbudpar juga meminta pengelola destinasi wisata mengajukan SOP (standard operation procedure) penerimaan wisatawan. Katanya, itu akan dikaji Disbudpar dan dijadikan sebagai regulasi baku." ujar Willy.(zainulmukhtar)