DPRD Minta Gubernur Jabar Realisasikan Keinginan Pedagang Pasar

DPRD Minta Gubernur Jabar Realisasikan Keinginan Pedagang Pasar
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat Djati menegaskan, bantuan kepada para pelaku usaha atau pedagang pasar harus diberikan.

Pasalnya, sudah tiga bulan para pedagang pasar tidak memiliki keuntungan karena penutupan toko atau kiosnya akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Rahmat, usai menerima audiensi dari Aliansi Pedagang Bandung di Gedung DPRD Jabar, Selasa (2/6/2020).

"Pedagang pasar kan terdampak (COVID-19), jadi mereka harus mendapat insentif atau subsidi gitu," ucap Rahmat.

Selain itu, Rahmat juga mengungkapkan, tiga tuntutan dari para pedagang pasar akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Diantaranya, pembukaan sektor ekonomi khususnya pasar non pangan setelah masa perpanjangan PSBB berakhir pada 12 Juni 2020 mendatang.

"Saya berhadap pemerintah kita gubernur dan walikota kabupaten bisa mengkaji ulang agar protokol kesehatan bisa dijaga, tapi perekonomian bisa direhabilitasi, kalau orang sudah ngamuk semua tiga bulan ini kan tidak usaha," ungkap Rahmat.

"Jadi kami MEMINTA kepada Gub jabar dan sekaligus gugus tugas covid-19 ini agar sgera menyudahi situasi PSBB ini. sudah saja masuk ke istilahnya new normal," pungkas Rahmat.

Sebelumnya, perwakilan pedagang pasar yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Bandung mengadukan nasibnya ke DPRD Jabar.

Mereka menuntut tiga hal, diantaranya pembukaan pasar pada tanggal 13 Juni 2020 mendatang, pemberian bansos atau blt kepada pedagang dan karyawan pasar, dan mengratiskan biaya service seperti listrik, sampah, keamanan, sewa selama pedagang pasar tidak membuka kiosnya. (Ridwan Abdul Malik)