SMAN 20 Bandung Menerima Sembilan Rombel 

SMAN 20 Bandung Menerima Sembilan Rombel 
istimewa

INILAH, Bandung - Berbagai persiapan menyambut pelaksanan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau siswa baru SMA/SMK/SLB tahun ajaran 2020-2021, di Jabar terus dimatangkan.

Terlebih diadakan di tengah pandemi COVID-19 yang digelar secara online. Jadi ada perbedaan yang sangat mencolok dengan tahun lalu, karena PPDB tahun sekarang tidak ada tatap muka langsung antara panitia dan calon siswa baru.

Pelaksanaan PPDB tahun ajaran 2020/2021 Jabar sendiri sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 44 Tahun 2019 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar Nomor 37 Tahun 2020 tentang PPDB pada SMA/SMK/SLB.

Berdasarkan regulasi tersebut, terdapat empat jalur PPDB yakni jalur zonasi dengan kuota minimal 50 persen, prestasi dengan kuota minimal 25 persen, afirmasi atau ekonomi tidak mampu dengan kuota minimal 20 persen, dan perpindahan orangtua  calon siswa baru/putra guru dengan kuota minimal 5 persen.

Pendaftaran PPDB tahun ini sendiri dilangsungkan secara online dan dibuka selama dua periode. Periode pertama tanggal 8-12 Juni 2020 untuk jalur afimasi, prestasi serta perpindahan orangtua. Sedangkan periode kedua dibuka tanggal 25 Juni-1 Juli 2020.

Para orangtua tua siswa bisa mendaftarkan anaknya melalui sekolah asal. Nanti oleh sekolah asal didaftarkan ke  http://sekolah.ppdb.disdik.jabarprov.go.id.
Atau juga bisa daftar secara mandiri melalui http://pendaftar.ppdb.disdik.jabarprov.go.id.

Dari sekian ratus sekolah negeri (lebih dari 700 sekolah) di Jabar, SMAN 20 Kota Bandung salah satunya, merekat siap turut serta menyukseskan PPDB Disdik Jabar tahun ini.

SMAN 20 Kota Bandung Pada Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 ini yang ditugaskan oleh Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah VII sebagai sekolah pengampu telah menyosialisasikan regulasi PPDB tahun ini kepada enam sekolah, yaitu SMPN 7, 14, 44, SMP Kristen Yahya, SMP Kristen Baptis dan SMP BPK Penabur Banda Kota Bandung.

Kepala SMAN 20 Kota Bandung Heniyati memaparkan, SMAN 20 Bandung menerima sembilan rombongan (9) belajar (rombel) dengan jumlah 315 siswa sama dengan tahun lalu. Penerimaan Formasinya adalah, setiap rombel yaitu 35 orang, sehingga sesuai dengan aturan teknis yang disampaikan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar).


"Kepada orangtua dan masyarakat para calon peserta didik, untuk PPDB 2020 ada sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana tahun ini PPDB 2020 dilaksanakan secara online penuh, kalau tahun lalu masih ada yang sifatnya manual. Sosialisasi tersebut diikuti oleh para kepala sekolah, Wakasek, orangtua calon siswa baru, komite sekolah dan panitia PPDB di SMP bersangkutan. Informasi tersebut pun disampaikan kembali oleh mereka kepada orangtua calon siswa baru lainnya secara masif," papar Kepala SMAN 20 Bandung, Heniyati pada Rabu (3/6/2020).

Dia menambahkan ada beberapa kendala selama sosialisasi PPDB secara online, diantaranya belum sampai kepada seluruh orangtua calon siswa baru. Karena adanya keterbatasan sarana prasarana online (khususnya di orangtua calon siswa baru). Di antaranya saat diadakan zoom (video conference) tidak bisa mengakomodir seluruh orangtua calon siswa baru, termasuk juga kendala jaringan internet.

Dia berharap, mudah-mudahan diberikan kelancaran dan berjalan dengan baik, karena salah satu perbedaan tahun lalu dan sekarang ini tidak ada tatap muka dengan calon peserta didik baru, sehingga kemungkinan multi persepsi dan multii tafsir itu bisa terjadi.

"Terutama para orangtua yang belum paham mengenai jalur-jalur yang menjadi tujuan calon pesrta didik baru khùsusnya SMAN 20 Bandung," ucap Heniyati.

Kadisdik Jabar, Dewi Sartika menambahkan PPDB 2020 masih dalam tahap permulaan. Sehingga, masih banyak hal yang harus dioptimalkan. Pihaknya pun telah bekerja ekstra untuk pelaksanaan PPDB 2020 yang keseluruhannya berbasis daring. 

"Kita lebih double energy. Kita sudah siapkan jauh-jauh hari, misalnya berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk proses PPDB ini, sambil menambahkan, kolaborasi tersebut antara lain dengan Diskominfo Jabar, Disdukcapil Jabar, Dinsos Jabar, dan Instutut Teknologi Bandung (ITB)," paparnya.

Selain mengoptimalkan peran media sosial, pihaknya pun telah berinovasi dengan menyosialisasikan PPDB melalui konferensi video kepada masyarakat.

"Kita sedang persiapkan sosialisasi secara umum. Mulai H-7 nanti, setiap kantor cabang dinas akan melakukan konferensi video pada hari kerja, mulai pukul 10.00-12.00 WIB dan dilanjutkan pukul 13.00-15.00 WIB atau pukul 14.00-16.00 WIB," jelasnya. 

Melalui konferensi tersebut, nantinya orang tua siswa atau calon peserta didik bisa langsung bertanya dan mendapatkan jawaban.

"Guna memberikan pelayanan optimal bagi calon peserta didik dan orang tua, kami juga membuka hotline layanan pengaduan dan informasi mengenai PPDB 2020 di setiap kantor cabang dinas pendidikan," ujarnya. 

Pembukaan hotline ini, menurutnya, untuk memudahkan interaksi dengan masyarakat apabila ada kendala yang dihadapi pada PPDB 2020. Mulai dari pembagian akun, verifikasi data akun hingga proses pengumuman, masyarakat bisa mengadu melalui hotline tersebut. (Okky Adiana)