Kemenag Purwakarta Mulai Sosialisasikan Pembatalan Haji 

Kemenag Purwakarta Mulai Sosialisasikan Pembatalan Haji 
ilustrasi

INILAH, Purwakarta – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, mulai menyosialisasikan kebijakan terkait pengumuman pembatalan ibadah haji oleh Menteri Agama belum lama ini. Adapun sasaran dari sosialisasi ini, di antaranya kepada forum KBIH dan KUA di setiap kecamatan.

“Kami mulai sosialisasikan pengumuman tersebut. Supaya, informasi yang diterima oleh petugas penyelenggara haji ini tidak simpang siur,” ujar Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purwakarta, Tedi Ahmad Juanedi, kepada INILAH, Rabu (3/6/2020).

Tedi menuturkan, mulai hari ini jajarannya sudah turun ke lapangan guna menyosialisasikan kebijkan pembatalan haji 2020 tersebut. Karena menurutnya, kebijakan ini harus segera disosialisasikan hingga tingkat bawah.

Meski demikian, lanjut Tedi, pihaknya belum kebanjiran komplain atau pertanyaan-pertanyaan dari calon jamaah haji. Karena itu, sebelum banyak pertanyaan, jajarannya langsung mengumpulkan KBIH dan petugas KUA. Sehingga, ketika ada pertanyaan atau komplain dari calhaj, bisa langsung diantisipasi.

Terkait kuota haji untuk Purwakarta, pihaknya mencatat ada sebanyak 758 calon jamaah. Ratusan calhaj itu, terdiri dari warga dan petugas penyelenggara haji. Dengan pembatalan ini, maka kuota yang gagal berangkat tahun ini akan menjadi prioritas pemberangkatan haji di tahun depan.

Pihaknya berpendapat, pembatalan haji ini bukan semata-mata kebijakan pemerintah Indonesia saja. Melainkan, berlaku untuk seluruh negara. Karena, hingga saat ini Pemerintah Arab Saudi juga belum memberi kepastian soal penyelenggaraan ibadah haji.

“Pembatalan haji ini bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 80-an, juga pernah terjadi pembatalan haji ini. Saat itu juga sama kasusnya, karena ada wabah penyakit yang cukup meresahkan,” jelas dia.

Ihwal dengan ongkos jamaah, Tedi memastikan, dana tersebut bisa diambil. Uang apa saja yang bisa diambil lagi, yakni uang pelunasan haji. Adapun besarannya sekitar Rp 10 juta. Kalau calon haji mengambil uangnya semuanya, yang besarannya Rp 35 juta, berarti yang bersangkutan membatalkan pendaftaran hajinya.

“Untuk pengambilan uang pelunasan, ada mekanismenya,” tambah dia. (Asep Mulyana)