Umuh Muchtar Tanggapi Rencana PSSI untuk Liga 1

Umuh Muchtar Tanggapi Rencana PSSI untuk Liga 1
Foto: Muhammad Ginanjar

INILAH, Sumedang - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar akhirnya bisa bernafas dengan lega. Pasalnya PSSI berencana akan melanjutkan kompetisi.

Meski belum secara resmi diputuskan, PSSI berencana akan memulai kompetisi pada September. Usulan itu muncul dari hasil rapat virtual yang digelar bersama seluruh klub Liga 1 maupun Liga 2, Selasa (2/6/2020).

"Kalau saya sangat menyambut, saya senang karena apapun juga penggila bola atau penggemar apapun berkeinginan ada pertandingan. Sudah lama juga menunggu, ini hiburan Bobotoh," ungkap Umuh di kediamannya, Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Bahkan Umuh meminta penyelenggaraan Liga itu dipercepat jika pandemi virus Corona (Covid-19) sudah berakhir. Paling tidak bisa digelar Juli.

"Kalau juli aman lebih cepat lebih baik ya," tegasnya.

Namun, Umuh merasa keberatan dengan rencana PSSI yang tidak akan menggunakan sistem degradasi di Liga nanti. Menurutnya hal itu sama seperti turnamen.

"Ini mah turnamen, lebih kepada hiburan. Jadi kalau tanpa degradasi, bukan liga namanya. Karena kalau Liga, apapun juga tetap ada degradasi," tegas Umuh.

Terkait mengenai rencana PSSI untuk memusatkan seluruh pertandingan Liga 1 di pulau Jawa, Umuh mengaku tidak mempermasalahkannya. Apalagi jika digelar di Jawa Barat.

"Kalau untuk Persib, dimanapun juga tempatnya kita ikuti. Mudah-mudahan di Jawa Barat. Kalau di pulau Jawa, tentu kita diuntungkan karena masalah waktu atau biaya tidak berat," bebernya.

Tak hanya itu, Umuh juga tidak mempermasalahkan jika PSSI berencana menaikan subsidi seluruh klub 1. Semula Rp520 juta menjadi Rp800 juta per termin.

"Tapi kalau uangnya tidak ada, buat apa. Tapi kalaupun dapat, misalkan dari sponsor, semuanya harus terbuka," jelasnya.

Meski demikian, hal itu baru sebatas rencana PSSI. Induk organisasi sepak bola Indonesia itu masih akan terus mengkajinya demi kompetisi yang dinantikan selama ini bisa berjalan dengan lancar. (Muhammad Ginanjar)