Kajari Kota Bogor Pastikan Kasus Dana BOS dan Sekolah Ibu Tetap Berjalan

Kajari Kota Bogor Pastikan Kasus Dana BOS dan Sekolah Ibu Tetap Berjalan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor Bambang Sutrisna memastikan kasus-kasus yang tengah ditangani pihaknya masih tetap berjalan. Dia menegaskan, belum diumumkannya tersangka dalam kasus-kasus tersebut dikarenakan kondisi pandemi Covid-19.

Diketahui, beberapa perkara yang tengah ditangani yakni kasus dana biaya operasional sekolah (BOS) dan program Sekolah Ibu.

"Ya, itu tetap berjalan, tapi itu melihat situasi," ungkap Bambang kepada INILAH di gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (3/6/2020).

Bambang melanjutkan, melihat situasi saat ini pihaknya akan segera mengumumkan hasil dari proses yang tengah berjalan.

Sebagai informasi, program Sekolah Ibu dijalankan Pemkot Bogor pada 2017 di dua kelurahan dengan anggaran lebih dari Rp200 juta. Pelaksanaan Sekolah Ibu dilakukan di aula-aula Kelurahan di Kota Bogor. Kegiatan dilakukan dalam dua kali seminggu selama kurang lebih tiga bulan dengan mengikuti 19 modul dan 20 kali pertemuan.

Pada 2018, pemerintah mengucurkan anggaran sebesar Rp4,8 miliar. Sedangkan, pada 2019 angkanya naik menjadi Rp10,2 miliar. Pada 2018 lalu, program tersebut sempat menimbulkan polemik lantaran dinilai DPRD tidak terlalu menyentuh kepada masyarakat.

Menanggapi hal itu, Pemkot Bogor akhirnya menerbitkan regulasi melalui Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 7 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis Sekolah Ibu, yang ditetapkan pada 28 Januari 2019.

Sedangkan, dalam kasus dana BOS itu Kejari pun sudah memeriksa secara maraton puluhan orang baik dari Disdik maupun kepala sekolah serta pihak-pihak lainnya. (Rizki Mauludi)