Jabar Dorong Pengembangan Bisnis IKM di Sektor Kesehatan

Jabar Dorong Pengembangan Bisnis IKM di Sektor Kesehatan
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bakal mendorong perkembangan industri maupun usaha kecil, khususnya yang bergerak di sektor kesehatan. Hal tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang baik saat ini maupun pascapandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat Moh Arifin Soedjayana mengatakan pihaknya memprediksi kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan perlindungan diri akan semakin meningkat. Karena itu, dengan beberapa dinas lainnya termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar telah menyusun rancangan untuk mengembangkan industri kesehatan.

Di Jabar sendiri, menurut dia, saat ini laju usaha industri pembuatan alat kesehatan seperti alat pelindung diri untuk menanganan Covid-19 kian kencang. Bahkan berbagai industri pakaian pun, katanya, banyak yang malah memproduksi alat pelindung diri.

"Perkembangan ke depan industri yang akan ada adalah industri industri yang memang ke arah kesehatan. Baik dalam rangka APD atau alat pelindung diri," ujar Arifin, Rabu (3/6/2020).

Tidak hanya itu, Arifin menilai, para pelaku usaha di Jabar memiliki kreativitas yang jempolan. Hal itu tampak dari munculnya perusahaan baru produsen APD dengan berbagai inovasinya.

"Ada perusahaan yang bisa membuat alat pelindung diri yang kalau dipakai tidak akan kegerahan. Kemudian bisa dicuci dan dipakai ulang sampai 30 kali, bahkan kualitasnya sudah diuji oleh ITB. Ada efisiensi harga juga sehingga lebih murah. Inovasi-inovasi di bidang industri kesehatan ini terus bermunculan," bener dia.

Selain itu, Arifin menambahkan, pihaknya pun melihat peluang besar pada bidang kesehatan lainnya. Terutama untuk industri kecil menengah (IKM) seperti jamu maupun suplemen makanan. Karena itu, harus menjadi perhatian meskipun industri kecil dan menengah kewenangannya ada di tingkat kabupaten dan kota.

"Orang-orang sudah mulai melirik produk jamu dan suplemen untuk menambah kebugaran, untuk lansia atau anak. Ini bukan industri obat ya, tapi lebih ke industri herbal. Inilah yang kita buat nanti bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan setidaknya penyuluhan terkait dengan industri kesehatan kepada pengusaha," pungkasnya.

Namun, Arifin menyampaikan, belum mendapat data mengenai industri kesehatan seperti ini yang sudah ada di Jabar karena berskala industri kecil dan menengah. Namun, dirinya memastikan peningkatan produksi di industri kesehatan ini bisa meningkat antara 100 hingga 200 persen. (Rianto Nurdiansyah)