Berkilah Selamatkan Dana BLT, Staf Desa Karihkil Palsukan Dokumen

Berkilah Selamatkan Dana BLT, Staf Desa Karihkil Palsukan Dokumen
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Ciseeng - Karena ingin 'menyelamatkan' dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial supaya tidak hangus, Kasie Kesra Desa Karihkil, Ciseeng Agung pun memberanikan diri memalsukan data keluarga penerima manfaat atas nama Jajang Nurjaman.

Pemalsuan data keluarga penerima manfaat atas nama Jajang Nurjaman karena hari Kamis (28/5) lalu adalah waktu terakhir pengambilan dana BLT, sementara rekannya sesama aparatur desa pada waktu itu tidak ada warga Kampung Bambu Kuning RT 006 RW 003  Desa Karihkil, Ciseeng Kabupaten Bogor yang bernama Jajang Nurjaman.

"Rekan saya yang juga staf Desa Karihkil awalnya tidak menemukan warga Kampung Bambu Kuning RT 006 RW 003  Desa Karihkil, Ciseeng Kabupaten Bogor yang bernama Jajang Nurjaman, agar dana BLT tidak hangus saya pun nekat memalsukan data kependudukannya hingga kami berhasil menerima uang sebesar Rp 600 ribu tersebut dari Kantor Pos Lebak Wangi, Parung pada Kamis (28/5),"  kata Agung kepada wartawan, Rabu (3/6).

Ia menambahkan dengan alasan pihak Kecamatan Ciseeng sudah memastikan bahwa warga Kampung Bambu Kuning RT 006 RW 003  Desa Karihkil, Ciseeng Kabupaten Bogor yang bernama Jajang Nurjaman itu benar - benar ada, maka uang Rp 600 ribu tersebut ia titipkan ke rekan sesama staf Desa Karihkil.

"Hari Jumat saya sudah serahkan dana BLT sebesar Rp 600 ribu tersebut ke rekam saya, untuk selanjutnya diserahkan ke Jajang Nurjaman. Namun karena mungkin ia lupa atau mengurus keluarga penerima manfaat lainnya maka uang tersebut baru sampai ke Jajang Nurjaman pada Senin (1/6). Kalau memang kami mau mengambik hak warga keluarga penerima manfaat kami bisa kok mengambil hak dari warga kami yang sudah pindah domisili atau lainnya," tambahnya.

Dihubungi terpisah, Karsinah istri Jajang Nurjaman  mengaku sebelum uang diserahkan oleh oknum staf Desa Karihkil keluarganya dikabarkan bahwa dana BLT keluarganya tidak hangus pada Jumat (29/5)

"Kalau memang ada itikad baik, tentunya selain kami mendapatkan surat undagan pengambilan, kami juga diberitahukan bahwa dana BLT itu ada karena sesuai data di Kantor Pos Lebak Wangi, Parung pada Rabu (27/5) kemarin dana BLT kami sudah diambil oleh Kasi Kesra Desa Karihkil Agung berdasarkan surat kuasa dan data kependudukan keluarga saya yang telah dipalsukan," ketus Karsinah.

Lalu sambung ibu 3 orang anak ini menuturkan karena dirinya marah - marah di Kantor Pos Lebak Wangi, Parung pada Sabtu (30/5) akhirnya uang haknya sebesar Rp 600 ribu baru diserahkan pada Sabtu malam tersebut

"Uang dana BLT itu baru kami terima Sabtu malam pekan lalu setelah saya marah - marah di Kantor Pos Lebak Wangi, Parung. Menurut saya ini ganjil dan akan saya laporkan oknum - oknum ini ke pihak kepolisian dengan pasal pemalsuan dokumen kependudukan karena kami khawatir ini tidak hanya terjadi di keluarga kami tetapi juga terjadi pada warga Desa Karihkil lainnya," tuturnya. 

Sebelumnya, Karsinah Warga Kampung Bambu Kuning RT 006 RW 003  Desa Karihkil, Ciseeng Kabupaten Bogor mengeluhkan pemalsuan data E - KTP dan kartu keluarganya.

Karena hal itu, keluarganya pun hampir tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial ataupun  pemerintah pusat di Kantor Pos Ciseeng. (Reza Zurifwan)