Protokol Kesehatan Harus Terus Ditegakkan

Protokol Kesehatan Harus Terus Ditegakkan
ilustrasi

INILAH, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta seluruh masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan saat pandemi covid-19 belum berakhir.

Sampai ditemukan vaksin yang efektif, masyarakat harus hidup berdamai dengan Covid 19 untuk beberapa waktu ke depan. Life must go on.

Walaupun potensi munculnya gelombang ke duapandemi Covid 19 sangat tinggi. Kasus baru di Wuhan setelah sebulan zero kasus, menjadi alarm untuk tetap waspada. Apalagi para ahli menyebut penemuan vaksin Covid 19 masih panjang.

Dr. dr. Erlina Burhan, SpP, Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, menegaskan, bila PSBB tidak dapat dijalankan dengan disiplin dan masyarakat lengah menjalankan protokol kesehatan, diperkirakanterjadi gelombang kedua pandemi Covid 19 di Indonesia setelah bulan Juni 2020.

"Selain gelombang kedua Covid 19,pada saat yang bersamaan juga muncul potensi kesehatan metabolik yang meningkat," kata Erlina Burhan saat diskusi online ASTHIN, Jakarta, Rabu, (03/02/2020).

Dr. Roy Panusunan Sibarani Sp.PD-KEMD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Endokrin Metabolik, Ketua Komite Medis/Team Covid 19 RS Murni Teguh Sudirman Jakarta mengatakan, pada saat terjadi pandemi, terjadi juga perubahan pola hidup, baik secara fisik, psikis, atau kehidupan sosial selama bekerja dari rumah (WFH).

"Semua hal itu sudah pasti akan berpengaruh terhadap kesehatan dan yang paling menonjol terhadap kesehatan metabolik," kata Roy.

Ia memberikan contoh di Eropa. Pada era Covid 19 sekarang ini,semua orang terlalufokus pada Covid 19. Artinya, penyakit-penyakit seperti serangan jantung, gula tinggi, hipertensi jadi seperti terlupakan.

"Hanya berfokus pada Covid 19 justru membuat orang jadi tidak awas terhadap penyakit metabolik. Padahal, penyakit metabolik itu adalah penyakit degeneratif. Dimana, makin tua kita, maka makin banyak kemungkinannya untuk kena penyakit diabetes, darah tinggi, dan gangguan kolesterol," katanya.

Menurut dr. Roy, diIndonesia diperlakukan analisa dan data, apakah setelah enam bulan pasca era Covid 19 selesai, penyakit metabolik akan bertambah? Misalnya, yang tadinya tidak diabetes jadi diabetes.

Dari yang tadinya diabetes ringan, menjadi diabetes berat. Yang tadinya kolestrolnya biasa saja, malah jadi naik.

Ini semua, karena pada saat WFH, mereka takut beli obat, tidak konsultasi ke dokter, dan banyak timbul kecemasan bahkan takut bertemu orang luar. (inilah.com)