Persib Tak Permasalahkan Tambahan Biaya untuk Tes Kesehatan

Persib Tak Permasalahkan Tambahan Biaya untuk Tes Kesehatan
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Para klub Liga 1 dipastikan akan mengeluarkan tambahan biaya apabila kompetisi tertinggi tanah air itu dilanjutkan.

Pasalnya badan sepak bola dunia atau FIFA meminta kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) wajib melakukan tes pemeriksaan demi menghindari paparan virus Corona (Covid-19).

Tentu, ini diperlukan biaya yang tidak sedikit bagi klub. Terlebih tes kesehatan itu tidak hanya berlangsung sekali, melainkan dilakukan berkali-kali.

Tes pertama wajib dilakukan oleh seluruh anggota tim, termasuk pelatih dan staf, 72 jam sebelum melakukan aktivitas di lapangan. Setelah itu, masing-masing klub harus mengadakan tes sebelum memulai sesi latihan untuk pertama kali setelah jeda kompetisi.

Selanjutnya seluruh anggota tim harus dites lagi di rumah atau tempat yang disediakan oleh klub. Mereka yang hasil tesnya positif tak boleh berpartisipasi dalam seluruh kegiatan dan harus mematuhi peraturan dari dinas kesehatan setempat. Artinya, hanya orang yang mendapat hasil tes negatif saja yang bisa ikut sesi latihan dan pertandingan.

Prosedur ketat juga diberikan FIFA pada saat perjalanan dan ketika menginap di hotel jika kompetisi dilanjutkan. Kebersihan moda transportasi yang mengangkut tim harus diperhatikan. Pembersihan dengan disinfektan wajib dilakukan secara berkala.

Kebersihan makanan untuk tim juga perlu diperiksa agar tak menimbulkan penyakit. Paling penting, tetap lakukan pemisahan jarak fisik selama dalam perjalanan.

Tingkat higienitas fasilitas umum seperti di stadion pun diatur dalam protokol FIFA. Wastafel, sabun, dan alat pencuci harus disediakan oleh seluruh tim.

Induk sepak bola dunia ini juga menyarankan penggunaan tisu sekali pakai dan pemberian nama pada botol minum pemain agar tak tertukar dengan yang lainnya.

Aturan lainnya yakni menutup mulut dan hidung dengan lekukan siku apabila batuk atau bersin di tempat umum. FIFA juga melarang adanya salaman atau tos kepada pemain atau pihak lain yang terlibat dalam pertandingan sepak bola.

Menyikapi hal itu, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar membenarkan diperlukan biaya tambahan untuk menjalankan Liga 1. Meski demikian, Umuh tak mempermasalahkannya.

"Yang paling utama, Persib aman. Gak dilihat biaya berapa, habis berapa, Persib sudah tidak hitung-hitungan karena kita fokus untuk memajukan sepak bola supaya bergulir lagi. Masyarakat Jawa Barat bisa gembira dan senang," kata Umuh.

Umuh pun memastikan Persib takkan mengalami kendala untuk menjalankan prosedur kesehatan tersebut. Yang terpenting, Liga 1 2020 bisa kembali dilanjutkan.

"Mudah-mudahan PSSI sekarang dalam kepemimpinan pak Iwan (Mochamad Iriawan) ada kebijakan yang baik, Exco nya juga baik baik, klub juga saling mendukung," harapnya.

Umuh mengaku sangat memahami dengan tindakan FIFA. Sebab Covid-19 ini cukup berbahaya bagi kesehatan. Terbukti sudah ribuan orang terpapar virus yang berawal dari Wuhan, China ini.

"Ngeri ya, Corona ini tidak muda, tidak tua, apalagi saya sudah rentan. Tapi kalau di Persib pasti semuanya menjaga. Saya yakin semua juga bisa menjaga," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)