Robert Alberts Pastikan Terima Apapun Keputusan PSSI

Robert Alberts Pastikan Terima Apapun Keputusan PSSI
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts memastikan akan menerima keputusan PSSI mengenai nasib Liga 1 2020.

Sejauh ini PSSI belum menentukan sikap mengenai masa depan Liga 1 2020. Bahkan dari beberapa rapat virtual yang telah dilakukan bersama para klub, induk organisasi sepak bola tanah air itu masih belum mengeluarkan keputusan.

Namun beredar kabar bahwa PSSI akan melanjutkan Liga. Rencananya akan digelar pada September 2020. Belum diketahui apakah melanjutkan Liga 1 2020 atau musim baru.

Selain itu, para klub Liga 1 akan mendapatkan tambahan subsidi. Semula Rp520 juta menjadi Rp800 juta per termin karena pertandingan akan dipusatkan di Pulau Jawa. Tak hanya itu, PSSI juga menyarankan Liga 1 musim ini tidak ada tim yang akan didegradasi.

"Apapun hasilnya nanti, kami harus menerima itu. Suka atau tidak suka, kami harus menerimanya. Karena (keputusan) berdasarkan kebijakan Pemerintah dan Kementerian Kesehatan dan PSSI, semua terlibat dalam keputusan itu," ujar Robert.

Benar saja, PSSI dikabarkan masih harus menunggu keputusan dari pemerintah mengenai kelanjutan Liga. Sebab saat ini pandemi virus Corona (Covid-19) terutama di Indonesia belum benar-benar berakhir.

"Jadi apapun keputusan yang muncul semua harus menerimanya dan kami harus menghormati itu. Tidak peduli apakah apa (pendapat) yang kami pikirkan, lebih penting keputusan diambil dari pertimbangan terbaik bagi sepak bola Indonesia," katanya.

Meski demikian, Robert menyimpan harapan bahwa Liga bisa dilanjutkan. Sebab negara lain masih bisa melanjutkan Liga meski angka yang terpapar virus Corona (Covid-19) lebih besar ketimbang Indonesia.

"Kalian bisa lihat banyak negara yang lebih banyak korban terpapar virus dari Indonesia, setidaknya di atas kertas akan melanjutkan Liganya. Tapi tentu berdasarkan dengan cara negara itu memberlakukan protokol keselamatan dan kesehatan untuk mengurangi pandemi dan jumlah korban menurun. Tentunya Indonesia harus melihat itu," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)