Masyarakat Harus Paham apa itu New Normal

Masyarakat Harus Paham apa itu New Normal

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi guna mendorong kebiasaan baru masyarakat di wilayah tersebut. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sampai saat ini masih mewabah.

Namun, timbul sedikit kekhawatiran dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta Deni Darmawan. Pihaknya, khawatir masyarakat salah menilai terkait penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal itu.

“Kami khawatir, masyarakat minalainya bebas begitu saja. Misalnya, malah tidak menggunakan masker, cuci tangan dan tidak menjaga jarak karena dianggap sudah normal,” ujar Deni kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

Dia menjelaskan, AKB bisa diartikan dengan kebiasaan baru dalam beraktivitas. Tentunya, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Untuk itu, jajarannya akan menguatkan sosialisasi dengan harapan semua masyarakat paham akan new normal tersebut.

Saat ditanya bisa dan tidaknya AKB ini diberlakukan di Purwakarta, Deni mengaku akan melakukan penguatan di tingkat RT dan RW hingga batas akhir PSBB parsial. Terutama, di wilayah Kecamatan Kota yang hampir 80% penyebaran Covid-19 ada di wilayah kota.

“Namun, tanpa melonggarkan yang 16 kecamatan lain, artinya warga di wilayah itu juga harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditentukan,” tambah dia.

Sebelumnya, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, dalam upaya pencegahan wabah virus ini butuh kerjasama semua lapisan masyarakat. Sejauh ini, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi penyebaran virus tersebut.

“Kita sedang menunggu surat keputusan beserta petunjuk teknisnya dari gubernur. Pada intinya, kami siap kalau harus menerapan AKB ini,” ujar Anne.

Meski begitu, sambung dia, pihaknya bersyukur karena sebagian masyarakatnya sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah. Hal itu terlihat, sudah banyak pusat perbelanjaan wilayahnya yang telah penerapan AKB.

“Untuk AKB, hampir 90 persen pusat perbelanjaan di kita sudah siap,” jelas dia. (Asep Mulyana)