Tempat Ibadah Hingga Taman Safari Boleh Dibuka dengan Protokol Kesehatan

Tempat Ibadah Hingga Taman Safari Boleh Dibuka dengan Protokol Kesehatan
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Pemkab Bogor akan mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proposional. Dengan kebijakan tersebut, tempat ibadah, mal, perkantoran, hingga objek wisata seperti Taman Safari Indonesia (TSI) bisa dibuka untuk umum.

Untuk uji coba tahap pertama, tempat ibadah mulai besok sudah bisa dibuka. Namun, dengan syarat memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Lalu, setelah berhasil maka akan diterapkan di mal hingga objek wisata.

"Objek wisata seperti restoran, hotel dan bukan objek wisata air seperti Taman Safari Indonesia, Gunung Mas, wisata paralayang, bersepeda, naik gunung dan lainnya bisa beroperasi lagi asalkan kapasitas pengunjung hanya 50 persen, mereka juga wajib melaksanakan protokol kesehatan serta aturan lainnya," ucap Juru Bicara Tim Gugus Tigas Penangganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah Dwikorawati kepada wartawan, Kamis (4/6/2020).

Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor itu menambahkan alasan objek wisata air tidak boleh beroperasi dahulu karena khawatir air menjadi media penularan wabah virus corona.

"Objek wisata seperti air terjun, kolam renang, spa, pijat refleksi dan sejenisnya tetap tidak boleh beroperasi dahulu karena kami khawatir lokasi tersebut menjadi kluster baru penyebaran wabah Covid-19," tambahnya

Syarifah menuturkan boleh dibukanya tempat ibadah, mal, perkantoran, objek wisata dan lainnya akan diterapkan disesuaikan dengan tingkat risiko penularan wabah Covid-19.

"Bagi kecamatan yang masuk kategori rendah penyebaran wabah Covid-19 maka akan kami terapkan kelonggaran PSBB-nya sedangkan untuk yang masuk kategori tinggi penyebaran wabah Covid-19 maka kami perketat PSBB-nya," tutur Syarifah.

Dia meminta pengelola tempat ibadah, mal, perkantoran, objek wisata yang mau beroperasi kembali harus menandatangani kesepakatan, memiliki komitmen, dan bertanggung jawab.

"Kalau pengelola tempat ibadah, mal, perkantoran, objek wisata tidak disiplin dalam melaksanakan peraturan PSBB proporsional maka kita akan berikan sanksi dan menutup kembali tempatnya, dan kami akan terapkan PSBB seperti sebelumnya," pintanya.

Ditemui terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan lantaran angka positif wabah Covid-19 masih tinggi maka jajarannya lebih memilih PSBB parsial dan bukannya new normal.

"Kelonggaran PSBB tidak kami terapkan di 23 desa atau kelurahan di Kecamatan Cibinong, Cileungsi, Gunung Putri, Bojonggede dan Kemang. Hal ini karena wilayah itu masih relatif tinggi penularan wabah Covid-19," jelas Ade.

Dia melanjutkan, selama dua hingga riga hari kedepan jajarannya akan menyosialisasikan aturan PSBB proposional.

"Aturan dan sanksi PSBB proposional yang sudah disetujui Pemprov Jawa Barat ini akan kami sosialisasikan terlebih dahulu selama dua hingga tiga hari kedepan, lalu setelah itu akan kami terapkan secara ketat," lanjutnya. (Reza Zurifwan)