Kota Bogor Berlakukan PSBB Proposional Selama Satu Bulan

Kota Bogor Berlakukan PSBB Proposional Selama Satu Bulan
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengumumkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Bogor diperpanjang satu bulan ke depan. Bima mengungkapkan PSBB proposional ini merupakan transisi menuju normal baru. 

Hal itu dikatakan Bima Arya di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor pada Kamis (4/6/2020) sore. Keputusan ini merupakan hasil dari diskusi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Bogor yaitu Danrem 061/Suryakencana Brigjen TNI Agus Subianto, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser , Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Arm Teguh Cahyadi, Dandenpom III/1 Bogor Letkol CPM Sugiarto, Kajari Kota Bogor Bambang Sutrisna, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto.

"Kami menyampaikan hasil pembahasan, tadi Forkompimda memberikan masukan dan Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto banyak sekali masukan. Membahas data-data terkini yang disajikan tim pakar epidemiologi yang selama ini membantu memberikan masuk bagi Kota Bogor," ungkap Bima.

Bima melanjutkan, yang pertama menyimpulkan bahwa data Covid-19 di Kota Bogor menunjukkan hasil yang sangat baik dan dirinya berterimakasih kepada seluruh unsur Forkopimda dan aparatur wilayah serta seluruh komponen masyarakat sehingga data menunjukkan angka stabil dan baik.

"Ya tren laju PDP, ODP, tren laju penambahan kasus positif Covid-19, tren laju kesembuhan. Sehingga angka reproduksi di Kota Bogor menunjukkan hasil 0,5 atau dibawah satu," tuturnya.

Bima menambahkan, poin kedua dilihat data yang membaik tapi belum bisa dikatakan situasi ini sudah aman, karena hasil pengamatan di lapangan masih banyak hal-hal yang perlu dimaksimalkan. Toko non pangan sudah buka, restoran sudah buka dan tempat ibadah sudah buka kembali beraktivitasnya.

"Tetapi masih banyak pelanggaran disana-sini, seperti rumah makan yang tidak mengindahkan protokol kesehatan, toko-toko juga masih dilihat belum menerapkan jaga jarak atau protokol kesehatan. Karena itu dilapangan harus dikuatkan lagi," tambahnya.

Bima menjelaskan, poin ketiga, Forkompida menyepakati bahwa kedepan dalam hal pengawasan, Forkopimda akan bahu-membahu merapatkan barisan untuk memperkuat pengawasan juga edukasi kepada publik. Tiga hal yang terus disampaikan kepada publik adalah penggunaan masker diluar rumah, cuci tangan dan jaga jarak.

"Keempat kami menyepakati untuk melanjutkan PSBB proposional dimasa transisi ini, jadi ini masih era PSBB tapi tidak sama seperti PSBB satu, dua dan tiga. Belum juga memasuki normal baru, karena itu ini PSBB proposional dimasa transisi menuju normal baru. Dengan penguatan aspek pengawasan juga edukasi, aspek wilayah dikuatkan. Tadi disampaikan ketua DPRD betapa pentingnya melakukan penguatan wilayah, betapa pentingnya ditingkatkan RT dan RW siaga Corona serta aparatur Kelurahan," jelasnya.

Bima menegaskan, ini merupakan masa PSBB proposional dimasa transisi dan Forkompimda menyepakati memberlakukannya selama satu bulan kedepan. Karena perlu melakukan kajian atau review yang cukup berdasarkan data-data berdasarkan kajian epidemiologi, waktu dua minggu sangat singkat. Selama ini merujuk masa inkubasi selama 14 hari, tetapi dirinya berpendapat, semua bisa mematok waktu yang lebih longgar lagi serta disepakati selama satu bulan.

"Kita lihat selama satu bulan ini, kita berikan penguatan untuk hal-hal yang tadi disampaikan. Termasuk selama satu bulan ini kita berlakukan tahapan-tahapan, jadi selama satu bulan kami lakukan kemungkinan yang masih dibuka dengan pedoman kepada zonasi yang ditentukan pemerintah Provinsi, per hari ini Kota Bogor dikategorikan level 3 atau kewaspadaan atau warnanya masih kuning. Kemungkinan besar akan ada data yang diperbaharui, data-data reproduksi diperbaharui, malam ini disampaikan data terbaru itu," tegasnya.

Bima menekankan, dari data provinsi Jawa Barat, Pemkot Bogor akan menyusun Perwali dan nanti akan ada tahapan-tahapan apa selama satu bulan sektor-sektor yang akan dibuka. Bisa mall yang akan dibuka, atau sektor-sektor lain tergantung dari status yang akan diputuskan oleh provinsi Jawa Barat.

"Kami akan tuangkan dalam Perwali. Setelah itu kami akan evaluasi dan mengawasi ke lapangan bersama Forkopimda, pak Sekda juga akan mengkoordinasikan kebutuhan budgetnya karena otomatis segala perubahan kebijakan akan ada konsekuensi dalam hal budget. Saya dan Forkompida menyampaikan terimakasih kepada warga Kota Bogor yang sudah bekerjasama, bersabar dan disiplin. Sehingga capaian kita sangat baik, tapi sekali lagi tidak boleh lengah dan tetap waspada. Saya terimakasih atas soliditas Forkompimda yang terus bersama-sama merumuskan langkah kedepan, insya Allah dengan keimanan juga kebersamaan kita lalui masa pendemi Covid-19 ini," pungkasnya.

Rizki Mauludi