BI Jabar Dukung Pemasaran Online UMKM Agribisnis

BI Jabar Dukung Pemasaran Online UMKM Agribisnis
istimewa

INILAH, Bandung - Di tengah pandemi Covid-19 ini, inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dibutuhkan guna memutar roda perekonomian. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar aktif mengembangkan program pengembangan klaster dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ketahanan pangan.

Kepala KPwBI Jabar Herawanto mengatakanm salah satu perubahan yang terjadi yakni inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian. Hal ini tentunya merupakan tantangan sekaligus peluang bagi berbagai para pelaku usaha di sektor pertanian dalam melakukan pengembangan bisnisnya.

"Sebagai upaya tetap menjaga gerak perekonomian negeri di tengah pandemi, dan sejalan dengan tugas sebagai bank sentral dalam memelihara kestabilan harga melalui pengembangan ekonomi, BI Jabar mengembangkan program pengembangan klaster dan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) ketahanan pangan," kata Herawanto, saat peluncuran aplikasi jualsayuran.com, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, klaster dan UMKM ketahanan pangan ini menjadi prioritas dikarenakan pada saat pandemi Covid-19, UMKM yang bergerak di bidang ketahanan pangan terbukti menjadi penyangga pergerakan ekonomi domestik. Di sektor ini, produksi tetap berlimpah namun dalam proses distribusi, memerlukan strategi dan inovasi khusus sehubungan dengan penerapan protokol kesehatan dalam kondisi new normal. Strategi dan inovasi disusun untuk tetap menjaga pasokan pangan yang cukup kepada masyarakat, dan pengendalian harga pangan.

Dia menyebutkan, salah satu klaster binaan mampu melakukan inovasi teknologi digital secara mandiri melalui media pemasaran situs www.jualsayuran.com dan aplikasi jualsayuran.com. Inisiasi itu dilakukan kelompok petani muda bernama Agri Muda yang merupakan bagian dari Gapoktan Lembang Agri. Mitra binaan itu merupakan peraih Juara 1 Klaster Championship Bank Indonesia 2018 dan Juara 1 Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Terbaik Tingkat Nasional 2019.

Bukan hanya menghasilkan komoditi dengan kualitas ekspor seperti brokoli, buncis, buncis kenya dan lettuce head, namun Gapoktan Lembang Agri juga menghasilkan berbagai inovasi pemanfaatan teknologi yang terus dikembangkan untuk mendukung kegiatan digital farming baik dari sisi hulu dan hilir guna memberikan kemudahan masyarakat dalam mengakses bahan pangan.

"Proses pemasaran yang dilakukan melalui platform e-commerce itu juga mendukung implementasi transaksi nontunai di masyarakat yang sangat adaptif di era New Normal. Ini pun berkontribusi terhadap percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di Indonesia yang juga menjadi salah satu program Bank Indonesia," jelasnya. (*)