Jelang New Normal, Khofifah Tinjau Pasar Tangguh dan Kampung Tangguh

Jelang New Normal, Khofifah Tinjau Pasar Tangguh dan Kampung Tangguh

INILAH, Surabaya, – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, beserta Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran, dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah meninjau pasar tangguh dan kampung tangguh di Kabupaten Gresik, Kamis (4/6).

Peninjauan tersebut guna memastikan kesiapan Kab. Gresik memasuki masa new normal ditengah pandemi Covid-19, serta masa transisi pasca diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya, termasuk Gresik. Adapun pasar yang ditinjau adalah Pasar Tradisional Pondok Permata Suci (PPS), Kecamatan Manyar, Kab. Gresik

Gubernur Khofifah menyempatkan diri untuk berkeliling pasar sambil menyaksikan aktivitas perdagangan, sesekali gubernur wanita pertama di Jatim itu menyapa para pedagang dan pembeli yang tengah bertransaksi. Para pedagang dan pembeli tersebut juga telah menerapkan protokol kesehatan, yakni physical distancing dengan jarak 1 meter, dan menggunakan masker serta face shield

Ditemui awak media seusai peninjauan tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, salah satu yang harus diantisipasi dalam kehidupan new normal adalah pusat-pusat keramaian, dimana salah satunya adalah pasar tradisional. Orang nomor satu di Jatim ini mengapresiasi karena aktivitas di pasar ini sudah mengikuti protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Maka kami, pak Pangdam, dan pak Kapolda Jatim melihat format pasar tradisional di Pasar Suci ini, untuk di jadikan percontohan bagi yang lain. Hari ini para pedagang dan pembeli memakai masker dan faceshield, besok harus tetap terkawal bahwa mereka tetap memakai masker, dan diseyogyakan memakai faceshield bagi pedagangnya. Ini untuk perlindungan mereka, sehingga pedagangan tetap berjalan tapi juga terlindungi semuanya,” katanya.

Lebih lanjut wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini menjelaskan, menurut World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat enam faktor yang harus dipastikan terkait masa transisi suatu wilayah pasca restriksi (PSBB).

“Pertama, bahwa penyebaran covid-19 dapat dikontrol, kedua adalah layanan kesehatan terpenuhi, baik mulai rapid test, PCR test maupun treatment-nya. Ketiga, bisa dipastikan bahwa ada perlindungan bagi kelompok rentan, dan seterusnya. Lalu yang keenam adalah partispasi masyarakat,” katanya.

Di Kabupaten Gresik sendiri, imbuh Khofifah, sudah mulai dilakukan penguatan-penguatan. Diantaranya adalah penguatan kampung tangguh, dimana awalnya kampung tangguh ini berbasis desa. Namun, saat ini sudah dalam ampuan Kapolda Jatim, serta Pangdam V/Brawijaya berbasis RW agar lebih dekat dengan warga lingkungannya.

“Diharapkan jika nanti masuk pada new normal, maka kampung tangguh ini yang akan mengawal. Nah, pengawalan kedisiplinan tetap menjadi bagian yang sangat penting, supaya tidak ada second wave alias gelombang Covid-19 kedua yang sekarang terjadi di beberapa negara di dunia,” ujarnya.

*Tinjau Kampung Tangguh Desa Petiken, Driyorejo Kab. Gresik*

Usai meninjau PPS Kecamatan Manyar, Kab. Gresik, Gubernur Khofifah bersama rombongan juga melakukan peninjauan pelaksanaan Kampung Tangguh di RT 1 RW 8 Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kab. Gresik.

Di kampung tangguh tersebut, Gubernur Khofifah berkesempatan meninjau lokasi ruang isolasi, ruang observasi, serta lumbung pangan warga. Gubernur wanita pertama di Jatim ini juga menyapa para warga yang mematuhi anjuran pemerintah, yaitu stay at home.

Dalam sambutannya, Khofifah berharap kampung tangguh yang berasal dari satu entitas terkecil, yakni RT-RT yang direkatkan oleh RW ini bisa diterapkan oleh seluruh RW di Jatim, serta mampu menjadi penguat ketika nanti memasuki era new normal.

“Harapannya, RW-RW lain akan mengikuti format ini, ketangguhan yang dimiliki oleh 1 entitas terkecil RT- RW itu bisa menjadi penguat ketika nanti memasuki new normal, sebab new normal butuh ketangguhan-ketangguhan baru, basis yang efektif nya ya RT-RT ini, lalu direkatlah oleh RW,” harapnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, salah satu ketangguhan RW disini adalah saat RW disebelahnya ada yang terkonfirmasi positif Covid-19. Maka, seluruh warga bahu-membahu membangun ketahanan dan ketangguhan serta menyebarkan ke RW-RW lainnya, supaya sama-sama memiliki ketahanan dan ketangguhan yang prima.a

“Harapannya, semua kabupaten/kota juga begitu, ini kemarin role modelnya di Malang Raya. Setelah Malang Raya sukses, maka Pak Pangdam, dan Pak Kapolda punya RW-RW yang diampu , termasuk Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Kampung tangguh di Jatim ini sepertinya menjadi role model di provinsi yang lain juga,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Bupati Gresik, Sambari Halim mengatakan, di Kab. Gresik terdapat 330 desa, 26 kelurahan, 910 RT-RW, dan 914 Dusun. Dari 330 desa tersebut, sampai saat ini sudah ada 56 desa yang membentuk desa tangguh, serta juga sudah dilaksanakan 54 pasar tangguh. Dirinya menekankan, ujung tombak penanganan Covid-19 ini adalah masyarakat di tingkat paling akar, yaitu RT-RW.

Hadir dalam kesempatan ini, Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, para kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, serta Forkopimda Kab. Gresik.