Meikarta Gelontorkan IMB Rp1 M

Meikarta Gelontorkan IMB Rp1 M
INILAH, Bandung – Untuk memproses Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pengembang Meikarta mengucurkan Rp1 miliar ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi. Tak hanya itu, IMB pun keluar dengan Izin Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IPPT) yang sudah kedaluarsa.
 
Hal itu diungkapkan Kepala DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Trisnawati saat mejadi saksi dalam kasus dugaan suap izin Meikarta, dengan terdakwa Billy Sindoro cs di Pengadilan Tipikor pada PN Klas 1A Khusus Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (23/1/2019).
 
Selain Dewi, JPU KPK juga menghadirkan lima orang saksi lainnya, yakni Kabid Perizinan DPMPTSP Kabupaten Bekasi Sukmawati ‎Karna Hadiyat, ‎Staf Penerbitan DPMPTSP Kabupaten Bekasi Muhamad Kasimin, ASN Carwinda‎, Camat Babelan Deni Mulyadi, Staf Bidang Tata Ruang Pembangunan DPMPTSP Kabupaten Bekasi Ujang Tatang ‎, ‎Staf Pengelola Dokumen Perizinan DPMPTSP Kabupaten Bekasi Luki Widayaning, dan Suhud Asisten 3 Bidang Umum Setda Pemkab Bekasi‎. ‎
 
Dewi mengaku ada aliran dana dari pengembang Meikarta untuk mengurus ke SKPD yang dipimpinnya. Uang tersebut diperuntukan untuk kepengurusan SKRD dan IMB.
 
“Iya benar (ada uang dari Meikarta,” katanya.
 
Ia menyebutkan, uang tersebut diterimanya dari Sukmawati yang disimpan dalam kardus bekas air mineral. Kemudian uang tersebut dibagi-bagikan kepada seluruh staf di DPMPTSP.
 
”Jadi uang itu terbit setelah IMB terbit? Makanya karena ada penerimaan uang, prosedurnya jadi cacat (hukum),” kata JPU KPK Yadyn.
 
Selain adanya aliran uang, Kabid Perizinan DPMPTSP Bekasi Sukmawati mengaku jika peneribitan IMB untuk pembangunan proyek Meikarta menggunakan IPPT yang sudah habis masa berlakunya, atau kedaluarsa. Jika mengikuti aturan, seharusnya IMB dikeluarkan saat IPPT masih berlaku. Namun saat ditanya kenapa Sukmawati mendantanganinya, dia diam dan tidak bergeming.
 
Sementara itu, dari jumlah total ‎1 miliyar tersebut, kemudian di bagi-bagikan kepada beberapa staf di DPMPTSP Pemkab Bekasi, keperluan dinas dan 100 juta akan diberikan kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin. 
 
Di tempat yang sama, Muhammad Kasimin menjelaskan uang Rp1 Miliar itu diberikan saat sarapan pagi. Sebelumnya, sekitar Juli atau Agustus 2018 ia mendapat telepon dari Taryudi yang mengaku ingin bertemu.
 
Mereka berdua memutuskan bertemu di suatu lokasi bernama Pasar Modern. Saat bertemu, Kasimin yang masih duduk di mobil diberi uang yang disebut oleh Taryudi sebagai titipan.
 
Setelah itu ia menelepon Sukmawati Karnahadijat untuk berkoordinasi meminta arahan. "Saya dapat perintah ke saya untuk Kasimin dan teman-teman Rp150 juta, Rp250 juta kas. Bu Kadis bilang tolong titip ke Luki (Widayani). Lalu sisanya diserahkan ke Sukma," terangnya.
 
Disinggung mengenai pengajuan IMB Meikarta, ia menjelaskan hal itu diajukan pada 10 September 2018.  "IMB tahap pertama untuk 22 unit IMB, selanjutnya tanggal 18 (september) 2 IMB, 8 Oktober 5 IMB. Jadi total ada 29 IMB," ucapnya.
 
Sidang yang dipimpin Tardi ditunda pekan depan dengan agenda yang sama, yakni mendengarkan keterangan saksi.