Ini Saran untuk Pelaku Usaha Jelang 'New Normal'

Ini Saran untuk Pelaku Usaha Jelang 'New Normal'
(Antara Foto)

INILAH, Jakarta - Dunia usaha perlu menyiapkan strategi baru dalam bertahan dan mengembangkan bisnis di masa new normal. Namun, tetap waspada terhadap Covid-19 ini.

Demikian disampaikan International Contact Partner RSM Indonesia, Angela Simatupang. Persiaoan perlu dilakukan karena pandemi Covid-19, mengakibatkan kekacauan ekonomi. Tidak hanya di Indonesia tapi berbagai negara.

"Krisis kali ini berbeda dengan krisis 1998, di tahun itu tidak menyerang semua sektor. Sedangkan dampak pandemi ini menyerang seluruh sektor," kata Agela saat diskusi virtual, Dreya Forum bertema Strategi Menghadapi Era Normal Baru, beberapa waktu lalu.

Angela menyarankan, dalam pandemi organisasi ataupun dunia usaha harus berpikir cepat dan tepat. Dunia usaha mesti menyiapkan strategi. Pelaku usaha perlu mengetahui saat ini organisasi atau dunia bisnis posisinya berada di mana.

"Perlu diperhatikan, apakah kita bisa bertahan atau tidak. Dilihat dulu atau malah kita bangkrut. Setelah pertimbangan dari situ kita tahu planning apa yang akan kita siapkan. Itu harus terstruktur gak bisa kita cuma ad hoc plan lagi," kata dia.

Dia menegaskan, organisasi bisnis harus bisa berpikir strategis dan terstruktur untuk bisa pulih. Semua hal harus direncanakan dengan matang. "Dalam bisnis itu, bukan hanya survive, kita harus bisa sustain. (Inovasi) bisnis tidak bisa hanya untuk 2021 saja tapi perlu disiapkan agar survive dengan berlanjutan," katanya.

Setelah memahami posisi tersebut, langkah selanjutnya adalah bagaimana cara untuk kembali ke posisi yang diinginkan. Dengan rencana aksi yang berbeda, tegas dia, maka rencana mitigasinya pun berbeda pula. Tidak lupa pelaku usaha memperhatikan sisi kesehatan di tengah pandemi.

Semebtara, Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban mengatakan, pelaku usaha perlu mewaspadai penyebaran Covid-19 dengan membuat protokol kesehatan new normal. "Harus jaga jarak tidak kurang dari 1,85 meter lalu jangan berkerumun," katanya.

Dia mengajak seluruh masyarakat, agar memakai masker bila keluar rumah serta rajin mencuci tangan dalam beraktivitas. Virus Covid-19 berpotensi menyerang siapapun sehingga masyarakat harus sadar tentang bahayanya serta menerapkan anjuran pencegahan penyebaran virus.

Masyarakat dalam kondisi new normal tidak dianjurkan berlama-lama dengan banyak orang di dalam ruang tertutup. Diskusi ini juga menghadirkan Sekjen PMI, Sudirman Said, Satgas Covid Ikatan Dokter Indonesia Prof. Zubairi Djoerban, dan Analis Komunikasi Politik Hendri Satrio. [inilahcom]