Tunggu Saksi Ahli, Kejari Segera Umumkan Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS

Tunggu Saksi Ahli, Kejari Segera Umumkan Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor akan mengumumkan asil penyidikan kasus dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) usai pendemi Covid-19 di Kota Bogor selesai. Untuk sementara kasus tersebut dihentikan karena adanya perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan menunggu keterangan saksi ahli menghitung kerugian negara.

"Iya, nunggu selesai dulu pandemi corona, baru nanti akan ada pengumunan," ujar Kasi Pidsus Kejari Kota Bogor Rade S Nainggolan kepada wartawan, akhir pekan kemarin.

Rade menjelaskan, untuk kasus dugaan korupsi dana BOS, pihak Kejari sudah melakukan penyelidikan hingga statusna naik menjadi penyidikan. Namun walaupun sudah ada di penyidikan, belum diumumkan tersangka yang terlibat dalam kasus itu.

"Kami sedang menunggu ahli untuk menghitung kerugian negara dalam kasus dana BOS di Kota Bogor. Karena sedang pandemi Covid-19, maka ahli tersebut belum bisa dihadirkan. Jadi kami menunggu dulu," tambahnya.

Rade menjelaskan, dalam kasus dugaan korupsi dana BOS itu, pihaknya sudah memeriksa sekitar 40 orang dari mulai pihak Dinas Pendidikan (Disdik), Kepala Sekolah, K3S dan pihak pihak lainnya. 

"Semua sudah diperiksa, ada sekitar 40 orang. Jadi kami tinggal menunggu ahli agar bisa langsung diumumkan," jelas Rade.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bogor Bambang Sutrisna mengatakan seluruh perkara yang ditangani di Kejari hingga saat ini masih tetap berjalan.

"Semuanya perkara tetap berjalan, tetapi karena sekarang sedang Covid-19, jadi menunggu dulu," terangnya.

Bambang mengungkapkan, selama menunggu Covid-19, berkas-berkas kasus sudah disiapkan. Ketika ditanyakan, apakah sudah ada calon tersangka dalam kasus yang ditangani pihaknya, Bambang meminta untuk menunggu.

"Tunggu saja ya, nanti setelah Covid ini selesai," pungkasnya. (Rizki Mauludi)