Objek Wisata Alam Non-air Belum Beroperasi, Ini Alasannya...

Objek Wisata Alam Non-air Belum Beroperasi, Ini Alasannya...
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Walaupun Pemkab Bogor sudah memperbolehkan objek wisata alam non-air beroperasi kembali, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku belum ada pengelola objek wisata yang menandatangani kesepakatan yang mau melaksanakan peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional.

"Sampai sejauh ini belum ada pengelola objek wisata alam non-air yang menandatangani kesepakatan kesanggupan kepastian keamanan maupun kesehatan pegawai maupun wisatawan, hingga walaupun kami sudah menerapkan PSBB proporsional namun karena tidak ada hitam di atas putih atau perjanjian maka kami tidak memperbolehkan operasi kembali objek wisata alam non-air di Bumi Tegar Beriman,"  kata Ade kepada wartawan, Minggu (7/6/2020).

Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat ini menerangkan seperti Taman Safari Indonesia (TSI) para pengunjung atau wisatawan hanya bisa melihat para satwa tanpa boleh menikmati wahana lainnya.

"Wahana pertunjukan, wahana air dan lainnya yang bisa membuat pengunjung atau wisatawan berkerumun kita larang beroperasi dahulu, guna menghindari resiko penularan wabah virus corona (covid 19)," terangnya.

Sementara, juru bicara Tim Gugus Tugas Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah Dwikorawati menuturkan pengelola objek wisata alam non-air harus mengirimkan proposal operasional kembali sebelum bisa beroperasi kembali.

"Pengelola objek wisata alam non-air harus bisa mengamankan dan memastikan kesehatan pegawai maupun wisatawan, mereka harus mengirimkan proposal atau rencana kerka yang lalu kita inspeksi. Jika hasil inspeksi ternyata mereka dinyatakan siap maka baru kami izinkan beroperasi kembali dan jika ada pelanggaran peraturan PSBB proporsional mereka terancam sanksi denda Rp5-10 juta," tutur Syarifah.

Dihubungi terpisah, Humas Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua Julius menjelaskan hingga saat ini pihaknya belum beroperasi kembali atau menerima kunjungan wisatawan.

"Kalau perawatan para satwa tetap kita lakukan namun untuk kunjungan wisatawan belum kita lakukan karena saat ini TSI Cisarua masih melakukan persiapan seperti menyiapkan standar of prosedur, protokol kesehatan, pasang tanda atau rambu jaga jarak  dan menyiapkan pelaksanaan peraturan lainnya," jelas Julius.

Zainal Syafrudin selaku Ketua Badan Promosi Parawisata Daerah (BPPD) dan sekaligus Ketua Pemulihan Pariwisata Kabupaten Bogor menegaskan bahwa pihak hotel, restoran hingga objek wisata alam non air maupun olahraga akan siap menerima kunjungan wisatawan.

"Dengan melaksanakan pekerjaan sesuai SOP, melaksanakan protokol kesehatan, menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan lainnya, maka hotel, restoran dan objek wisata alam non air maupun olahraga dalam waktu secepatnya siap melayani para wisatawan," tegas Zainal. (Reza Zurifwan)