22 Kasus Baru Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, Didominasi Kecamatan Cileungsi

22 Kasus Baru Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, Didominasi Kecamatan Cileungsi
Ilustrasi (reza zurifwan)

INILAH, Bogor - Sebanyak 22 orang warga Bumi Tegar Beriman terkonfirmasi positif virus corona, 15 orang di antaranya berdomisili di Kecamatan Cileungsi sedangkan 7 orang lainnya merupakan warga Bojonggede, Cibinong, Jonggol, Ciomas, Gunung Putri, dan Gunung Sindur.

Dari 15 orang warga Kecamatan Cileungsi tersebut, 4 orang merupakan klaster penyebaran wabah Covid-19 Pasar Tradisional Cileungsi. Sementara lainnya dari klaster penyebaran wabah Covid-19 yang berbeda-beda.

"Klaster penyebaran wabah Covid-19 Pasar Tradisional Cileungsi, diduga penyebarannya dari DKI Jakarta karena mereka pernah belanja ke sana," kata Syarifah Sopiah Dwikorawati, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor kepada wartawan, Minggu (7/6/2020).

Syarifah menambahkan, secepatnya Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor juga akan memeriksa 500 pedagang hingga pengunjung di Pasar Tradisional Cibinong.

"Dibantu Badan Intelijen Nasional (BIN), kami akan melakukan swab dan rapid test kepada 500 orang pedagang, pengunjung, dan pegawai Pasar Tradisional Cibinong. Hal ini kami lakukan agar bisa lebih tepat dalam melakukan pemetaan penyebaran wabah Covid-19," tambahnya.

Dengan adanya tambahan data di atas, Syarifah menuturkan bahwa total ada 246 orang kasus penyebaran wabah Covid-19. Sebanyak 50 orang dinyatakan telah sembuh, 15 orang meninggal dunia, dan 179 orang masih dalam perawatan serta 2 orang lainnya sudah pindah data kependudukan keluar Kabupaten Bogor.

"Penyebaran wabah Covid-19 ini sudah ada di 23 kecamatan, yaitu Cileungsi, Gunung Putri, Jonggol, Klapanunggal, Citeureup, Babakan Madang, Cibinong, Bojonggede, Tajur Halang, Ciseeng, Kemang, Gunung Sindur, Rumpin, Parungpanjang, Leuwisadeng, Leuwiliang, Ciampea, Ciomas, Tamansari, Caringin, Ciawi dan Cigombong," tutur Syarifah.

Dia menjelaskan, jumlah orang dalam pantauan (ODP) di Kabupaten Bogor ada 279 orang, sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada 344 orang.

"Untuk jumlah ODP dan PDP ada peningkatan dari sebelumnya 275 orang menjadi 279 orang, sedangkan jumlah PDP yang awalnya ada 334 orang bertambah menjadi 344 orang. Hingga hari ini, ada 115 orang PDP yang dinyatakan telah meninggal dunia," jelasnya. (reza zurifwan)