Pemkot Bogor Matangkan Perwali AKB, Resepsi Nikah Segera Diperbolehkan

Pemkot Bogor Matangkan Perwali AKB, Resepsi Nikah Segera Diperbolehkan
(Antara Foto)

NILAH, Bogor - Bagian Hukum dan HAM Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mematangkan regulasi Peraturan Wali Kota (Perwali) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Kegiatan Produktif dan Aman Covid-19 di Kota Bogor.

Pemkot Bogor juga tengah mempertimbangkan pembukaan mall dan acara resepsi pernikahan di hotel yang tengah dimatangkan bersama Perhimpuna Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor.

Akan tetapi semua itu menunggu keputusan menunggu keputusan menteri kesehatan dan menunggu Kota Bogor masuk dalam zona biru atau status Covid-19 berada di level dua.

Kabag Hukum dan HAM Kota Bogor Alma Wiranta menyampaikan, sat ini status Kota Bogor masih melaksanakan status PSBB, dan disamping itu ada dua status lainnya yang diperpanjang yaitu status Tanggap Darurat Bencana Nonalam Covid-19 dan Keadaan Luar Biasa (KLB) Wabah Covid-19.

"Saat ini, Wali Kota Bogor telah mengintruksikan kepada Bagian Hukum dan HAM untuk mempersiapkan regulasi berupa Perwali tentang status AKB kegiatan produktif dan aman Covid-19 di Kota Bogor, dan ini terus kami sempurnakan sambil menunggu penentuan level kewaspadaan Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ungkap Alma kepada wartawan pada Senin (8/6/2020) pagi.

Alma malanjutkan, untuk mengakhiri status PSBB dan memberlakukan status AKB di Kota Bogor harus mendapat persetujuan dari Menteri Kesehatan atas fasilitasi Gubernur Jawa Barat, dan sampai kini Kota Bogor masih memperpanjang PSBB transisi dengan level kewaspadaan 3 atau zona kuning. 

"Dan regulasi Kota Bogor masih berpedoman pada Perwali Nomor 44 tahun 2020, yang secara substansi isi kebijakan dari diskresi pengetatan sektor ekonomi pada rumah makan dan toko non pangan serta diskresi pengetatan rumah ibadah," tambah Alma.

Alma menjelaskan, sektor lainnya yang sedang dipertimbangkan untuk dijadikan diskresi Pemkot Bogor adalah pembukaan mall dan acara resepsi pernikahan di hotel, yang saat ini sedang dipersiapkan antara Pemkot Bogor bersama seluruh pengelola Mall dan PHRI di Kota Bogor, dengan memperhatikan Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 46 tahun 2020 sebagai rujukan pada bidang-bidang yang boleh beroperasi dengan resiko kecil terhadap penyebaran Covid-19.

"Pak Wali Kota Bogor yang akan mengumumkan setelah benar dan sesuai verifikasi protokol kesehatan, termasuk kepastian pembukaan sektor ekonomi yang boleh beroperasi," jelasnya.

Alma menegaskan, adapun kriteria yang dijadikan penilaian pembukaan mall dan kegiatan di hotel adalah protokol kesehatan, pengawasan dan kepatuhan masyarakat. 

"Dan setiap tahapan pembukaan sektornya tertuang dalam draft Perwali persiapan AKB yang saat ini masih terus disempurnakan sambil menunggu Kota Bogor ke level 2 atau zona biru," tegasnya.