Rupiah Menguat, Kinerja Tim Perekonomian Membaik

Rupiah Menguat, Kinerja Tim Perekonomian Membaik
istimewa

INILAH, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin optimistis melihat hasil kerja tim ekonomi Indonesia yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Terlebih Indonesia diprediksi menjadi salah satu dari empat negara di dunia yang pada akhir 2020 memiliki pertumbuhan ekonomi positif.

"Saya optimistis karena dolar saat ini sudah di bawah 14 ribu, artinya tim ekonomi telah bekerja secara serius dan baik, dolar terbukti turun dan tidak perkasa lagi, Indonesia juga diprediksi menjadi negara yang segera recovery menghadapi pandemi Covid-19 di dunia," ungkap Nurul, menanggapi hasil survey persepsi masyarakat terhadap penanganan Covid-19 yang dilakukan Indikator Politik Indonesia dalam webinar Evaluasi Publik terhadap Penanganan Covid-19, Kinerja Ekonomi dan Implikasi Politiknya, Minggu (7/6/2020).

Ia menyatakan data-data dari hasil survey tersebut bukanlah angka yang menakutkan. Pasalnya survey dilakukan saat pandemi Covid-19. Perihal Kepuasan masyarakat terhadap kondisi perekonomian nasional memang menurun selama bulan Mei 2020 Nurul melihatnya sebagai hal wajar.

"Survey ini dilakukan masa pandemi Covid-19, jadi masalahnya lebih menyangkut perasaan. Ketika pertanyaan seperti itu diajukan pada masa pandemi, maka tidak ada keceriaan dalam jawabannya, karena semua dalam situasi prihatin"ucap Nurul.
"Meski ada Bansos di sana, tetap saja dianggap masih kurang. Tapi kalau survey dilakukan pada masa normal tentu jawabnya akan berbeda," katanya.

Menurut Nurul, ia optimis melihat Indonesia dimana bantalan ekonominya bekerja dengan baik dan tidak membuat chaos. "Pemerintah dan tim ekonominya saat ini sudah bekerja dengan keras dan terbukti sudah baik," kata salah satu Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Selain itu ia juga melihat jika masyarakat mempunyai kemampuan analisa yang baik dan fair, khususnya dalam mensupport Gugus Tugas Covid-19 yang dinilai sudah bekerja dengan baik. "Mereka bisa melihat ini situasi yang tidak normal, bukan situasi lokal tapi juga terjadi di seluruh dunia," tambahnya.

Indonesia saat ini diprediksi masih memiliki pertumbuhan ekonomi positif hingga akhir tahun 2020 sebesar 2,2 persen. "Hanya empat negara yang diprediksi akan segera pulih yakni Cina, India, Mesir dan Indonesia," kata Burhanudin Mutadi, Dirut Indikator Politik Indonesia, mengutip hasil survey dari The Economist.

Perihal Kartu Prakerja, juga terbukti ada sekitar 12 persen dari masyarakat yang menyukai dan melihat bahwa program tersebut berguna bagi mereka. "Ini membuktikan bahwa ada pula masyarakat kita yang lebih suka mendapatkan bantuan lewat program online seperti kartu Prakerja, agar dapat keahlian seperti yg mereka pilih. Mereka tidak ingin hanya bantuan sembako saja," ungkap Nurul.

Bukti lain, hingga hari ini sudah ada 8,6 juta orang mendaftar dalam program Kartu Prakerja padahal target awal hanya 5,6 juta orang saja. "Respon masyarakat terhadap program Prakerja tinggi dan positif. Kementerian Perekonomian juga sedang evaluasi Prakerja ini agar lebih baik," kata Nurul yang menyatakan bahwa Kartu Prakerja ini diharapkan untuk menjawab kebutuhan ekonomi saat ini. (inilah.com)