Terapkan Protokol Kesehatan, Pemkab Cianjur Ajukan Biaya Tambahan untuk Pilkada

Terapkan Protokol Kesehatan, Pemkab Cianjur Ajukan Biaya Tambahan untuk Pilkada

INILAH, Bandung - Pemerintah Kabupaten Cianjur akan mengajukan tambahan biaya untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Cianjur 2020. Sebab, pada hajat demokrasi lima tahunan itu harus menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan Covid-19.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, hal tersebut didasarkan hasil konferensi video dengan Mendagri Tito Karnavian.

"Hasil konferensi video dengan Mendagri Tito Karnavian, kemungkinan besar pilkada serentak tetap dilaksanakan akhir tahun ini. Dengan demikian, anggaran yang diperlukan harus ditambah karena perlu ada persiapan khusus dalam setiap tahapan dan pelaksanaan karena masih di tengah pandemi Covid-19," kata Bupati Cianjur Herman Suherman, Senin (8/6/2020).

Dia menjelaskan, dalam konferensi video tersebut Tito menyebutkan tahapan lanjutan Pilkada serentak 2020 dimulai 15 Juni dan pemungutan suara dijadwalkan pada 9 Desember. Dalam pelaksanaannya mulai dari tahapan hingga pemungutan suara harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Anggaran tambahan biaya itu diakuinya untuk menyediakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, cairan pembersih tangan, dan tempat pencuci tangan bagi penyelenggara dan warga sebagai pemilih.

"Tidak hanya APD, tetapi juga akan ada penambahan TPS yang lebih banyak untuk menghindari kerumunan warga saat dilakukan pemilihan, ini jelas membutuhkan anggaran yang cukup besar," ujarnya.

Herman menyebutkan, untuk itu pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU Cianjur untuk membahas penambahan biaya tersebut. Tak hanya biaya tambahan, koordinasi dengan penyelenggaran Pilkada itu pun membahas beberapa agenda yang dihilangkan dan ada penurunan biaya di beberapa pos. (Antara)