Disdik Kab Bandung Instruksikan Guru SD Pastikan Semua Siswanya Meneruskan Pendidikan ke SMP

Disdik Kab Bandung Instruksikan Guru SD Pastikan Semua Siswanya Meneruskan Pendidikan ke SMP
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung mengintruksikan para guru SD untuk jemput bola memastikan anak didiknya meneruskan pendidikannya ke jenjang SMP. Karena memang adanya pandemi virus corona ini menyebabkan motivasi anak untuk belajar atau sekolah menjadi menurun.

Para guru, diminta untuk mendata dan mendatangi rumah murid dan berbincang kepada orang tua agar anaknya meneruskan pendidikannya ke tingkat SMP. Selain itu, para guru juga sekarang ini ditugaskan untuk menghimpun dan mendaftarkan anak didik kelas enam siswanya itu ke sekolah SMP sesuai dengan zonasi dan lainnya.

Kepala Disdik Kabupaten Bandung Juhana mengatakan, para orang tua tak perlu risau dan khawatir terhadap keselamatan anaknya yang akan melanjutkan pendidikannya. Karena di tengah pandemi Covid-19, sistem pendidikan hingga pembelajaran telah diatur sedemikian rupa dan mengacu kepada protokol kesehatan. Sehingga, keselamatan anak didik terjamin. 

"Tidak sedikit orang tua yang khawatir anaknya bersekolah kembali di tengah pandemi. Ini yang membuat orang tua takut menyekolahkan anaknya. Tapi sebenarnya tidak perlu khawatir berlebihan, karena untuk kembali kesekolah itu ada beberapa fase yang harus dilakukan," kata Juhana saat ditemui di ruang kerjanya di Komplek Pemkab Bandung, Soreang , Senin (8 /6/2020).

Dikatakan Juhana, untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP sepenuhnya dilaksanakan secara online. Calon siswa melalui ornag tuanya bisa mendaftarkan diri secara mandiri melalui online untuk memilih sekolah yang diinginkan

"Namun tetap guru juga harus mendata semua muridnya yang lulus agar  meneruskan pendidikannya. Dengan guru mendata dan mendaftarkan siswanya ke SMP kan jadi tahu kalau ada anak yang enggak meneruskan sekolah. Itu harus didatangi dan ditanya kenapa alasannya enggak sekolah, kalau tidak mampu secara ekonomi kita wajib membebaskan biayanya,"ujarnya.

Menurut Juhana, adanya pandemi virus corona itu tidak mengubah kuota PPDB. Begitu juga dengan kalender akademik tetap dilaksanakan sesuai jadawal yang sudah ada. Perubahan hanya terjadi pada mekanisme pendaftaran hingga teknis pembelajaran di sekolah. Mulai dari pendaftaran online, pembelajaran di dalam kelas dengan jumlah siswa dibatasi 50 persen serta menerapkan semua protokol kesehatan yang ditetapkan dalam adaptasi kehidupan baru (AKB) atau New Normal ini. 

"Seperti pembatasan kapasitas ruang kelas yang kemungkinan akan bersamaan dengan pembagian jadwal pengajaran di sekolah maupun secara daring yang dilakukan secara bergilir," katanya.

Juhana menyebut, untuk PPDB tahun ini ada empat jalur yang dibuka. Keempat jalur itu yakni, jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua. 

"Sebanyak 50 persen untuk zonasi, 30 persen untuk prestasi, 15 persen jalur afirmasi, dan 5 persen jalur perpindahan orang tua," ujarnya.

Dalam jalur afirmasi, Disdik Kabupaten Bandung berencana akan menyediakan kuota khusus bagi siswa anak tenaga medis. Hal itu untuk mengapresiasi perjuangan tenaga medis yang menjadi garda terdepan melawan Covid-19. 

Selain itu, Disdik Kabupaten Bandung juga telah melakukan persiapan agar jalur zonasi tahun ini jauh dari maladministrasi maupun berbagai bentuk penyimpangan. Seperti permasalahan yang setiap tahun muncul adalah siswa titipan. 

"Sekarang sistemnya lebih objektif. Tidak diterimanya siswa itu karena ditentukan sistem dan dilakukan secara terbuka. Apalagi sekarang ada tim pengawas," katanya.

Menurut Juhana tim pengawas tersebut berasal dari kalangan pendidikan, kepolisian, saber pungli, media massa dan juga masyarakat umum. 

"Tim ini juga bertugas menyalurkan calon siswa ke sekolah yang masih tersedia kuotanya. Sehingga semua siswa lulusan SD di Kabupaten Bandung bisa melanjukan pendidikan. Jadi nantinya enggak ada anak yang tidak bisa sekolah, karena kalau tidak masuk di sekolah pilihannya bisa disalurkan ke sekolah lainnya yang ada disekitarnya," katanya. (Dani R Nugraha)