Hari Keempat 'New Normal' di Garut, Tiga Warga Selaawi Positif Covid-19

Hari Keempat 'New Normal' di Garut, Tiga Warga Selaawi Positif Covid-19
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Kasus konfirmasi positif Covid-19 kembali ditemukan di Kecamatan Selaawi, sebanyak tiga kasus, Senin (8/6/2020). 

Masing-masing serang wanita berusia 47 tahun (KC-21), seorang anak laki-laki berusia 15 tahun (KC-22), dan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun 
(KC-23). Ketiga pasien telah di rujuk ke RSUD dr. Slamet Garut.

Dengan adanya temuan tiga kasus positif Covid-19 tersebut, jumlah kasus positif Covid-19 di kecamatan yang masih sedang diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua sampai 11 Juni 2020 itu bertambah menjadi sebanyak delapan kasus.

Kecamatan terkenal dengan kerajinan bambunya itu pun mendominasi kasus positif Covid-19 dari 12 kecamatan terdapat kasus positif. Disusul Kecamatan Tarogong Kaler dengan tiga kasus positif, Garut Kota dua kasus positif, dan Kecamatan Banyuresmi dua kasus positif. Sedangkan delapan kecamatan lainnya hanya terdapat satu kasus positif, yakni Kecamatan Wanaraja, Cigedug, Cisurupan, Cikajang, Cibatu, Leuwigoong, Kadungora, dan Kecamatan Sukaresmi.

Menurut Koordinator Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Muksin didampingi anggota Yeni Yunita, ketiga pasien baru positif Covid-19 asal Selaawi itu semula berstatus OTG. 

"Setelah diperiksa sampel swab-nya, hasilnya, ketiganya terkonfirmasi positif. Ini transmisi (penularan) lokal. Ketiganya masih satu lingkungan dengan kasus positif sebelumnya," kata Yeni.

Dia menyebutkan, hingga sekitar pukul 18.00 WIB, selain tiga kasus positif, ditemukan juga penambahan sebanyak delapan kasus ODP, dan satu kasus PDP meninggal dunia asal Kecamatan Sukaresmi. Sehingga total kasus Covid-19 di Kabupaten Garut kini menjadi sebanyak 3.935 kasus dengan 32 kasus kematian. 

Dari sebanyak 23 kasus positif, sebanyak 10 orang dalam perawatan, 10 orang dinyatakan sembuh, dan tiga orang lainnya meninggal dunia.

Dari sebanyak 66 kasus PDP, sebanyak dua kasus dalam perawatan, dan 64 kasus selesai pengawan dengan sebanyak 15 kasus kematian. 

Dari sebanyak 2.645 kasus ODP, sebanyak 206 kasus masih pemantauan, 10 kasus dalam perawatan, dan 2.429 kasus selesai pemantauan dengan sebanyak 14 kasus kematian.
Sedangkan kasus OTG mencapai sebanyak 1.201 kasus, dengan 461 kasus di antaranya dalam tahap observasi, dan 740 kasus selesai masa observasi.(zainulmukhtar)