Charles Leclerc Itu Perpaduan Schumacher dan Raikkonen

Charles Leclerc Itu Perpaduan Schumacher dan Raikkonen

INILAH, Milan - Tak lama lagi, Charles Leclerc akan menjadi juara dunia. Dia punya modal untuk itu: perpaduan Kimmi Raikkonen dan Michael Schumacher.

Charles Leclerc mengawali debutnya di ajang Formula 1 bersama Sauber pada 2018 sebelum dipromosikan ke kursi panas Ferrari, hanya satu tahun kemudian.

Pembalap muda asal Monaco itu menjadi salah satu bintang Formula 1 tahun lalu. Leclerc memenangkan dua balapan dan berada di posisi keempat raihan poin akhir. Dia bahkan berada di depan rekan setimnya Sebastian Vettel, juara dunia empat kali.

Charles Leclerc mendapat penghargaan atas perfoema menawan itu dengan kontrak baru berdurasi panjang di Ferrari. Jika tak ada kejutan, dia akan membela tim asal Maranello, Italia itu, hingga akhir 2024.

Pencapaian Charles Leclerc tidaklah mengherankan bagi Bear Zehnder, manajernya ketika masih membela Sauber. Dia yang bekerja sama dengan Charles Leclerc sepanjang musim 2018 langsung merasa bahwa dia berurusan dengan pembalap yang memiliki bakat istimewa.

"Itu musim yang sangat bagus, musim yang sangat mengesankan bekerja lagi dengan pembalap muda," ujar Zehnder kepada Motorsport.

Mendongkrak pembalap muda sudah sering dilakukan Sauber. Tapi, menurut Zehnder, ini untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, mereka memiliki pendatang baru yang sangat istimewa dalam membalap dan bersikap.

"Saya tak pernah melihat pembalap seperti Charles sebelumnya. Saya selalu mengatakan, menurut pandangan saya, dari sisi kecepatan dia adalah Kimi Raikkonen, dan etor kerja dia menerupai Michael (Schumacher). Berikan dia mobil bagus dan dia akan jadi juara dunia. Itu pasti," tegasnya.

Zehnder sudah jadi bagian program Sauber sejak 1987. Dia bekerja sama dengan Michael Schumacher di awal karier pembalap Jerman tersebut. Bahkan sejak Schumacher masih jadi pembalap sports car hingga ke F1.

Zehnder juga berjasa dalam perjalanan karier Raikkonen. Pertama kali mereka bertemu pada 2000, ketika pembalap muda Finlandia itu hendak mengawali musim perdana bersama Sauber pada 2001. Keduanya kembali bekerja sama kembali sejak 2019 ketika Raikkonen kembali ke Hinwil, dengan tim yang kini dikenal sebagai Alfa Romeo Racing.