Tahun Ini, SMAN 3 Bandung Menerima 350 Siswa dengan 10 Rombel

Tahun Ini, SMAN 3 Bandung Menerima 350 Siswa dengan 10 Rombel

INILAH, Bandung - Kepala SMAN 3 Bandung Yeni Gantini menyebutkan, dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021, pihaknya menerima 350 calon peserta didik baru untuk 10 rombongan belajar (rombel).

Alasan pihaknya tidak memaksimalkan keterisian kuota calon peserta didik, yakni 360 calon peserta didik baru, salah satunya untuk mengakomodasi siswa kelas 10 yang kini tengah mengambil program satu tahun di luar negeri saat kembali ke tanah air dan siswa pindahan.

Pihaknya telah membuka PPDB tahun ajaran 2020/2021 yang dilaksanakan melalui online, penetapan tersebut sesuai dengan Juknis Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) terkait dengan kondisi pandemi covid-19 untuk mencegah penularannya.

Disdik Jabar sudah membuka PPDB SMA/SMK/SLB, dari tanggal 8 Juni hingga 1 Juli 2020, untuk jalur afirmasi, prestasi, perpindahan dan zonasi. Semua SMA/SMK/SLB di Jawa Barat diwajibkan menerima pendaftaran melalui daring, yang Teknologi Informasi (TI) server sudah buat oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat.

Menurut Yeni, meskipun sistem pendaftaran PPDB 2020/2021 diselenggarakan secara online, berdasarkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, namun, kondisi di lapangan, masih ada orang tua calon siswa yang tetap datang langsung ke sekolah karena mengaku alami kendala dalam pemahaman beberapa informasi, khususnya terkait kebijakan baru yang berbeda dengan PPDB tahun sebelumnya.

Beberapa pertanyaan orang tua calon siswa yakni seputar jalur-jalur yang kriterianya ditetapkan oleh sekolah masing-masing. Artinya setiap sekolah bisa berbeda, misalnya jalur prestasi lomba antara SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung berbeda meski kedua sekolah tersebut lokasinya berdekatan.

"Itu hanya bisa dijawab oleh sekolahnya masing-masing. Padahal di website tinggal klik saja semua informasi sudah ada di sana. mungkin lebih puas dengan bertanya langsung datang ke sekolah," ujar Yeni (9/6/2020).

Untuk mengantiaipasi kedatangan langsung orang tua calon siswa ke SMAN 3 Bandung, maka pihaknya menyiapkan petugas khusus guna membantu memberikan informasi.

"Kami tetap menerima para orang tua calon siswa sesuai protokol kesehatan Covid-19 seperti social distancing, tempat cuci tangan, handsanitizer dan lainnya,"tambahnya

Dia menambahkan, SMAN 3 Bandung menerapkan sistem SKS sehingga tidak ada istilah tidak naik kelas. Tapi yang ada siswa yang belum tuntas memenuhi SKS.

"Anak yang belum tuntas mata pelajarannya maka terus belajar di sini sehingga kita harus tetap menyediakan kursi. Jadi sisa yang 10 itu untuk itu," jelasnya.

Selanjutnya, pihaknya juga harus melayani dan memperhatikan siswa ASN yang pindah tugas terutama mereka yang domilisinya dekat dengan SMAN 3 Bandung. "Kuota tersebut masih kurang karena berdasarkan pengalaman yang pindah juga jumlahnya banyak," imbuhnya.

Meski sistem PPDB sudah melalui daring kata Yeni, pihaknya sudah memberikan pengarahan kepada petugas untuk melayani orang tua calon siswa yang datang ke sekolah langsung karena tidak semua orang tua melek teknologi informasi.

"Maka harus tetap kita layani sekalipun tidak ada yang datang ke sini. Apalagi ada surat edaran para guru harus 50 persen datang ke sekolah," katanya.

Panitia di sekolah juga turut memantau data yang terinput yang selanjutnya bisa tersambung ke data base PPDB untuk mengecek kesesuaian data yang diinput oleh pendaftar dan database.

"Kalau tidak, kita juga harus secepatnya berkoordinasi dengan orang tua siswa untuk diferivikasi.
Termasuk jika ada orang tua siswa yang kesulitan informasi terkini seputar PPDB online. Petugas wajib membantu mereka,"pungkasnya (Okky Adiana).