Bukan Diloloh Duit, RR Berbagi Jurus Benahi BUMN

Bukan Diloloh Duit, RR Berbagi Jurus Benahi BUMN
istimewa

INILAH, Jakarta - Pemerintah bakal menggelontorkan dana besar terhadap 12 BUMN yang masuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai dampak Covid-19. Ke-12 itu termasuk PLN dan Perum Bulog.

Mantan Menko Kemaritiman di periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Rizal Ramli, menyebut rencana tersebut bukanlah langkah cerdas. Sebagai orang yang banyak makan asam garam di pemerintahan sektor perekonomian, Rizal berbagi pengalaman. Tentu saja pengalaman ketika menangani PLN dan Bulog yang sekarang bersatus Perum.

Pada 2000, kata Rizal, PLN nyaris bankrut lantaran modalnya minus Rp9,1 triliun. Sementara nilai aset pabrik setrum pelat merah ini, cuman Rp52 triliun. Semester I-2000, PLN harus menanggung kerugian Rp11,8 triliun. Kewajiban PLN terhadap listrik swasta sebesar US$80 miliar. "Direksi PLN datang ke saya, minta negara menyuntik modal," papar Bang RR, sapaan akrabnya yang kala itu menjabat Menko Perekonomian.

Bagaimana respons RR? "Saya tolak permintaan itu." Selanjutnya dilakukan revaluasi aset milik PLN. Lantaran, kala itu, nilai aset PLN masih harga historis. "Kemudian nilai aset PLN melonjak menjadi Rp202 triliun. Dan, modal naik menjadi Rp119.4 triliun," kenangnya.

Langkah selanjutnya, Bang RR, melakukan renegosiasi terhadap kewajiban utang PLN sehingga turun menjadi US$35 miliar. Alhasil, neraca PLN menjadi bersih dan bankable. Alhasil, industri monopoli setrum ini, berhasil mengoleksi keuntungan.

Sekitar April 2000, Presiden Gus Dur menunjuk Rizal Ramli menjabat Kepala Bulog. Seketika dia melakukan aksi bersih-bersih. Maklumlah, kala itu masih banyak praktik patgulipat dan KKN di lembaga tersebut. Tak heran, banyak kepala Bulog yang masuk bui.

Langkah pertama, Rizal melakukan pembenahan akuntasi dan menutup ratusan rekening off budget. Dari 119 rekening hanya tersisa 9 rekening on budget. Selain itu, dia melakukan ritasi terhadap jabatan 'basah' dan 'kering'. Puluhan pejabat nakal dipecatnya.

Kepretan Rizal ini, terbukti mujarab. kinerja keuangan Bulog menjadi terkontrol dan transparan. Hanya dalam setahun, Bulog yang dikenal sebagai sarangnya penyamun, berubah drastis. Dan, mampu mendulang untung hingga Rp5 triliun. Kisah sukses Rizal ini, menjadi cover story Majalah Business Week.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) mengalokasikan suntikan untuk 12 BUMN. , posisi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu pemerintah berencana menyuntikkan dana kepada 12 perusahaan BUMN, termasuk PLN dan Perum Bulog. Rinciannya, PLN akan mendapatkan tambahan subsidi diskon listrik yang diperpanjang, penyertaan modal negara [PMN], dan pembayaran kompensasi dari piutang pemerintah yang akan dibayarkan sebesar Rp45,4 triliun. Sementara Perum Bulog dijatah R[10.5 triliun. Enak bener ya. (inilah.com)