Fagi Jabar Prediksi Tujuh Masalah Terjadi dalam PPDB 2020

Fagi Jabar Prediksi Tujuh Masalah Terjadi dalam PPDB 2020
ilustrasi

INILAH, Bandung - Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat (Jabar) Iwan Hermawan memprediksi ada tujuh masalah yang harus diantisipasi dalam melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020.

Pertama, kurang tersampainya informasi karena kondisi Covid-19, oleh karena itu sosialisasi tertumpu pada sekolah asal yaitu guru Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD).

Kedua, bertumpuknya pendaftar afirmasi siswa miskin pada sekolah klaster bawah sementara di sekolah favorit akan terjadi kekurangan pendaftar, serta cadik dari sisiwa tidak mampu yang tidak memiliki kartu kemiskinan karena miskin baru akibat terdampak Covid-19.

"Harus diantispasi dengan adanya penambahan quota sekolah-sekolah yang berada di daerah kantong kemiskinan, serta diberlakukannya surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat," kata Iwan, Selasa (9/6/2020).

Iwan menambahkan ketiga, di sekolah favorit akan bertumpuk pendaftar jalur prestasi, baik akademik maupun non akademik, sehingga perlu diwaspadai akan adanya sertifikat atau nilai rapor asli palsu (aspal) ataupun penyalahgunaan surat keterangan pada jalur perpindahan orang tua, sekolah yang di tuju harus benar-benar melakukan verifikasi dan membuat pakta integritas jika di kemudian hari ditemukan data palsu maka akan di dikualifikasi.

Keempat, terjadinya ketidakpuasan dalam penghitungan kalibrasi antara rata -rata nilai rapor dengan rata-rata nilai UN SMP/MTs asal. Oleh karena itu sosialisasi harus benar-benar sehingga calon peserta didik dan orang tua jelas mengetahui aturan.

Kelima, pembuatan KK aspal pada jalur zonasi untuk mendekatkan alamat rumah ke sekolah yang dituju. Pemkot atau Pemprov harus tegas memberikan sanksi.
Keenam, adanya titipan dari berbagai pihak untuk mengisi kekosongan atau speling bangku kosong karena pada umumnya sekolah tidak memaksimalkan bangku yang tersedia ,

"Ketujuh, komersialisasi atau pungutan liar kepada calon peserta didik, harus ada sanksi yang membuat jera kepada oknum yang terbukti melakukan pungli kepada Calon peserta didik," imbuh Iwan.

Atas dasar tersebut, FAGI memohon baik disdik Provinsi Jabar maupun Disdik kota kabupaten memberi kesempatan kepada organisasi - organisasi pendidikan untuk ikut melakukan pemantauan terhadap pelaksnaan PPDB ini. (Okky Adiana).