Hati-hati, Purwakarta Rawan Peredaran Upal

Hati-hati, Purwakarta Rawan Peredaran Upal
istimewa

INILAH, Purwakarta – Sejumlah wilayah di Kabupaten Purwakarta, ternyata cukup rawan peredaran uang palsu (Upal). Hal itu terbukti, setelah jajaran kepolisian dari Polres Purwakarta, membekuk sejumlah pelaku pengedar upal tersebut belum lama ini.

Bukan kali pertama saja polisi membekuk pengedar upal ini. Hal mana, pada Februari lalu, petugas juga telah membekuk dua orang yang erupakan pelaku pengedar Upal tersebut. Saat itu, lokasinya di Desa Gunungkarung, Kecamatan Tegalwaru. Adapun kasus kali ini, terjadi di sekitar Kampung Pasar Minggu, Desa Cikumpay, Kecamatan Campaka.

“Dalam kasus kali ini, pelaku yang kami amankan bejumlah satu orang inisial EG,” ujar Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian kepada wartawan, Selasa (9/6/2020).

Handreas menuturkan, pengedaran uang palsu ini terungkap saat jajarannya menerima laporan dari masyarakat melalui Polsek Campaka pada pada 29 Maret lalu. Saat itu, warga atas nama Iis Sumiati menerima uang yang terlihat mencurigakan saat bertransaksi dengan seseorang di warungnya.

“Saat itu, pelaku hendak membeli rokok di warung korban dengan uang pecahan Rp 50 ribu. Namun, korban curiga dengan uang yang diterimanya dari pelaku itu,” jelas dia.

Apalagi, kata Handreas menirukan laporan korban, saat hendak memberikan uang tersebut pelaku terlihat gugup. Sontak saja, hal itu membuat korban bertambah curiga. Korban kemudian memanggil suaminya dan selanjutnya menanyakan kepada pelaku terkait keaslian uang tersebut.

“Awalnya pelaku tak mengaku dan akhirnya suami korban memeriksa tas pinggang yang digunakan pelaku. Ditemukanlah uang tunai pecahan Rp 50 ribu sebanyak 22 lembar dengan totalnya Rp 1,1 juta yang diduga uang palsu,” jelas dia.

Pelaku, kata dia, saat ini telah diamankan di Mapolres Purwakarta guna penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya belum bisa memastikan apakah pengedar ini merupakan jaringan atau bukan. Sampai saat ini, pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Kalau melihat kasusnya, incaran pelaku ini warung-warung kecil. Makanya, kami imbau warga untuk berhati-hati saat ada transaksi. Jika mendapati uang yang mencurigakan segera lapor ke kepolisian,” tambah dia.

Handreas kembali menambahkan, pelaku pengedar uang palsu ini dikenakan pasal 36 ayat 3 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dan atau pasal 245 Jo Pasal 55 KUHP dengan pidana kurungan 10 sampai 15 tahun. (Asep Mulyana)