Kesal Diejek Tak Berguna, Mulyana Habisi Nyawa Pasangan Kumpul Kebonya

Kesal Diejek Tak Berguna, Mulyana Habisi Nyawa Pasangan Kumpul Kebonya
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Kesal karena selalu diejek sebagai pria tak berguna dan menumpang hidup pada peperempuan, Mulyana (27) tega menghabisi nyawa AC perempuan pasangan kumpul kebonya. Mulyana menindih tubuh korban dan mencekik lehernya hingga tewas di kamar kontrakannya di Kampung Cedok Desa Sayati Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung pada 31 Mei lalu.

Kapolsek Margahayu Kompol Agus Wahidin mengatakan, korban AC diketahui telah menjadi mayar sekitar empat hari setelah kejadian di kamar kontrakannya di Kampung Cedok. AC tewas dengan luka memar pada bagian leher tanda bekas cekikan.

"Pelaku yang merupakan warga Sumedang dan telah beristri ini diketahui menjalin hubungan dengan korban sejak setahun terakhir ini. Mereka tinggal satu rumah. Pelaku sakit hati kepada korban yang sering meledeknya tak bisa cari uang dan mengandalkan perempuan cari uang. Nah saat kejadian, pelaku sudah tak tahan dengan ejekan korban, kemudian menindih badan korban dan membekak mulut serta mencekik leher korban hingga tewas," kata Agus saat gelar perkara di Mapolsek Margahayu, Selasa (9/6/2020).

Usai melakukan aksinya, kata Agus, Mulyana menyesali perbuatannya. Kemudian menggeledah isi dompet korban dan dia mendapati sebuah KTP atas nama mantan suami korban. Kemudian pelaku meletakan KTP tersebut di lokasi kejadian untuk membuat alibi seolah olah pelaku pembunuhan adalah mantan suami korban. Kemudian pelaku pergi meninggal korban di dalam kamar kontrakan dengan membawa dompet, ponsel, dan motor matik milik korban.

"Pelaku pergi dari rumah kontrakan itu dan menguncinya dari luar. Dia juga membawa motor dan barang barang milik korban dengan alasan khawatir ada yang mencuri," ujarnya.

Agus melanjutkan, dari hasil autopsi terhadap jasad korban. Diketahui ada kerusakan pada tulang lunak leher korban akibat cekikan. Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku dapat diamankan petugas di daerah Cilame Kabupaten Bandung Barat.

"Pelaku terancam hukuman minimal lima tahun penjara. Karena melanggar 338 dan 365 KUHP," ujarnya. (Dani R Nugraha)