69.011 KPM di Kota Bandung Terima Bantuan Sosial Tunai Covid Tahap Dua

69.011 KPM di Kota Bandung Terima Bantuan Sosial Tunai Covid Tahap Dua
69.011 KPM di Kota Bandung Terima Bantuan Sosial Tunai Covid Tahap Dua

INILAH, Bandung,- Sebanyak 69.011 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Bandung mulai menerima bantuan sosial tunai (BTS). Hingga bulan Desember 2020, per KPM mendapatkan bantuan sebesar Rp600 ribu.

Pemerintah Kementerian Sosial mulai mencairkan bantuan sosial tunia (BST) tahap II bulan Juni kepada seluruh warga terdampak wabah covid 19 termasuk di Kota Bandung.

Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI Asep Sasa Purnama menjelaskan sebanyak 69.011 keluarga penerima manfaat (KPM) kota Bandung mulai mencairkan BST tahap II melalui PT POS Indonesia dan Himpunan Bank Negara (HIMBARA).

“Penyalurannya sudah mulai dari minggu lalu termasuk di Kota Bandung. Disini (Kota Bandung) sebanyak 69.011 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima BST. Melalui PT POS Indonesia sebanyak 40.872 KPM dan sisanya melalui HIMBARA," kata Asep saat mengunjungi salah satu elektronik warung gotong royong di Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Senin (8/6).

Menurut Asep Sasa, setiap KPM mendapatkan BST sebesar Rp 600.000.  Data kemensos menunjukkan jumlah KPM penerima BST di Provinsi Jawa Barat 1.057.032 keluarga. Asep menambahkan penyaluran BST tahap II di kota Bandung melalui PT POS Indonesia hingga hari ini (7/6) telah mencapai 22 persen atau 8.981 KPM.

Asep menjelaskan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, kemensos akan menyalurkan BST kepada warga terdampak covid 19 hingga bulan Desember mendatang.

Dalam kunjungannya ke Kota Bandung, Asep Sasa Purnama bersama Tim, juga mengunjungi langsung dua keluarga penerima manfaat (KPM) dan Elektronik Warung Gotong Royong (E-Warong) di Kota Bandung. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan perluasan Program Sembako Tahun 2020 di Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.

Kunjungan Dirjen PFM diawali dengan mendatangi salah satu KPM. Dalam kunjungan tersebut, Dirjen PFM bertemu dan berbincang dengan Ihat (72 tahun) warga Kelurahan Malabar. Ihat tinggal bersama sang suami (77 tahun) yang sedang dalam kondisi sakit keras dan hanya dapat berada di atas ranjang seadanya.

Berada di lingkungan padat penduduk, kondisi rumah Ihat beserta sang suami masih jauh dari kata layak. Rumahnya hanya seluas 4x4 m2 tanpa ada ventilasi udara sehingga sirkulasi udara terasa sangat minim.

Kunjungan Dirjen PFM pun dilanjutkan menuju kediaman KPM kedua bernama Wati Susilowati. Sama halnya seperti kondisi rumah Ihat, rumah Wati juga sangat memprihatinkan. Tinggal di pemukiman padat penduduk dengan luas rumah dua petak, Wati hidup bersama suaminya dengan dinding rumah yang sebagian terbuat dari tripleks.

Dalam kunjungannya, Asep menyampaikan KPM yang dikunjungi merupakan penerima manfaat dari perluasan Program Sembako "Melihat kondisi KPM ini perlu pelayanan yang lebih baik, alhamdulillah sekarang sudah mendapatkan program sembako," ungkapnya.

Selain itu Asep juga menyampaikan agar dilakukan kerja sama dengan instansi ataupun kementerian lainnya."Kita harus kerja sama dengan instansi atau lembaga lain seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup, sebab masalah ini kompleks sehingga bisa diselesaikan bersama-sama" kata Dirjen PFM.

Setelah mengunjungi dua KPM di Kelurahan Malabar, Dirjen PFM juga menyempatkan untuk mengunjugi salah satu E-Warong bernama E-Warong Penyejuk Hati. E-Warong tersebut dikelola oleh Ibu Maryati yang merupakan salah satu KPM Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Ibu Maryati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah khususnya Kementerian Sosial karena dengan adanya program KUBE sebagai bentuk pembinaan dan pemberdayaan fakir miskin di Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah memutuskan untuk memperpanjang masa bantuan sosial tunai hingga bulan Desember 2020. Hal ini dikarenakan presiden memandang dampak pemulihan wabah covid 19 masih berlangsung hingga akhir tahun. “Dengan adanya perpanjangan ini maka pemerintah akan memberikan BST sebesar Rp. 300.000 yang akan diberikan mulai bulan Juli hingga Desember,” jelas Asep. (ghi)