Ini Penampakan Ranjau Darat 'TNT 17' yang Ditemukan Petani Ciampea

Ini Penampakan Ranjau Darat 'TNT 17' yang Ditemukan Petani Ciampea
(Istimewa)

INILAH, Ciampea - Saat sedang asik memetik buah kelapa, Yuhendi warga  Kampung Cicadas Subur RT 02 RW 09  Desa Cicadas, Ciampea, Kabupaten Bogor malah menemukan ranjau darat bertuliskan TNT 17 di lokasi proyek pembangunan Pondok Pesantren Doa Anak Yatim Piatu.

"Yuhendi yang merupakan saksi mata menemukan ranjau darat TNT 17 tersebut pada saat ia sedang mengambil buah kelapa yang jatuh dari pohon di lokasi proyek pembangunan Pondok Pesantren Doa Anak Yatim Piatu di Kampung Cicadas Subur, Desa Cicadas Ciampea," kata Komandan Kodim 0621 Letkol (Inf) Sukur Hermanto kepada wartawan, Selasa (9/6).

Ia menerangkan awalnya Yuhendi tak menyangka bahwa itu ranjau darat dan mengira itu besi biasa, lalu setelah dibersihkan dari tanah dan melihat tulisan TNT 17 maka ia pun baru yakin benda tersebut adalah ranjau darat.

"Saksi melihat benda yang mencurigakan kemudian oleh saksi mengambil benda tersebut dan memindahkan ke bawah pohon kelapa, setelah  saksi membersihkan dan memperperhatikan temuan benda tersebut ternyata benda tersebut ranjau darat kemudian ia pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas  Desa Cicadas hingga aparat hukum tersebut melaporkan kejadian tersebut ke Polres dan Kodim 0621 Kabupaten Bogor," terangnya.

Aparat Kodim dan Polres Bogor pun langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung memasang Police Line di lokasi penemuan ranjau darat tersebut.

 "Tidak lama kemudian Tim Jihandak Brimob Polda Jawa Barat dipimpin Bripka Satria disaksikan  Kapolsek Ciampea Kompol  Anak Agung Raka, S.H. Danramil Ciampea Kapten (Kav) Bambang Mujianto mengamankan ranjau darat TNT 17 pada pukul 08.30 WIB tadi pagi lalu di bawa oleh mobil Jihandak Brimob Polda Jawa Barat untuk diserahkan ke Detasemen Peralatan TNI di Kota Bogor," tutur Letkol (Inf) Sukur.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Ciampea, Kompol Anak Agung Raka mengungkapkan, ranjau darat itu masih dalam keadaan aktif dan dikhawatirkan membahayakan warga sekitar. 

"Namun saat ini ranjau darat yang masih aktif dan berbahaya itu telah dijinakkan oleh Tim Jihandak Gegana Brimob Polda Jawa Barat," ungkap Kompol Anal Agung Raka.

Mengenai pemilik ranjau darat tersenut, mantan Kapolsek Cijeruk ini menjelaskan baik jajarannya maupun Tim Jihandak Gegana Brimob Polda Jawa Barat tidak mengetahui lebih lanjut.

"Kami tidak tau ranjau darat itu milik  siapa dan kami hanya mengamankan, kami juga tidak menggali lahan sekitar untuk mencari barang berbahaya lainnya karena selanjutnya kita serahkan ke Detasemen Peralatan TNI di Kota Bogor," jelasnya. (Reza Zurifwan)