SMKN 11 Bandung Bantu Calon Siswa Baru yang Terkendala Akses dan Fasilitas

SMKN 11 Bandung Bantu Calon Siswa Baru yang Terkendala Akses dan Fasilitas

INILAH, Bandung - Dinas Pendidikan Jawa Barat  melalui satuan pendidikan sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan sekolah luar biasa (SLB) negeri siap melayani calon siswa baru atau orangtua yang memiliki keterbatasan fasilitas untuk Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik (PPDB) 2020 berbasis daring/online. Salah satunya SMKN 11 Bandung.

Ketua Panitia PPDB SMKN 11 Bandung, Parwanto mengatakan, pihaknya memberikan bantuan bagi calon siswa baru yang terkendala akses dan fasilitas. Namun, ia menegaskan, pihaknya hanya menyediakan fasilitas, bukan membuka pendaftaran secara manual.

“Tetap yang bersangkutan (calon siswa baru) yang mengeksekusi pendaftaran. Kita hanya mendukung sarana (komputer) dan internet,” jelasnya, Rabu (10/6/2020).

Perlu diketahui pendaftaran PPDB di Jabar untuk jenjang tersebut dibagi menjadi dua tahap. Tahap 1, pendaftarannya sudah dimulai sejak hari Senin tanggal 8 Juni 2020 s.d tanggal 12 Juli 2020. Diperuntukkan bagi pendaftar jalur prestasi akademik/lomba, afirmasi/ekonomi keluarga tidak mampu/tenaga kesehatan (nakes) dan perpindahan orang tua/anak guru.

Sedangkan tahap 2 dibuka mulai tanggal 25, 26, 29, 30 Juni sampai dengan 1 Juli 2020. Untuk jalur zonasi. Selain itu, pihaknya juga menyediakan ruang informasi jika ada orangtua atau calon siswa baru yang bertanya seputar PPDB secara umum maupun PPDB di SMKN 11 Bandung.

“Bahkan, kita sudah membuka ruang informasi ini sejak 2 Juni 2020. Setiap hari kami bisa melayani 100 orang,” tuturnya.

Parwanto menegaskan, seluruh aktivitas di sekolah dilakukan berdasarkan protokol kesehatan pencegahan dan penyebaran Covid-19. Ada lima protokol yang telah diterapkan di sekolah, yakni mewajibkan masyarakat menggunakan masker, melakukan pengecekan suhu badan, memfasilitasi dan mewajibkan masyarakat mencuci tangan serta mewajibkan pejalan kaki, pengendara motor dan mobil yang memasuki lingkungan sekolah melalui car auto sanitizing gate di gerbang sekolah.

“Kita sudah memfasilitasi 10 space untuk cuci tangan di depan gerbang sekolah. Untuk reguler pun telah disediakan fasilitas cuci tangan di setiap kelas,” terang Purwanto.

Parwanto yang juga menjabat Wakasek Bidang Kesiswaan menambahkan, seluruh ruang pelayanan telah disesuaikan dengan protokol pencegahan Covid-19 dengan menempatkan kursi berjarak 1 meter.

Menurut Parwanto, SMKN 11 Bandung telah optimal menyosialisasikan informasi PPDB 2020 kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai macam media. Mulai dari konferensi video dengan SMP/MTs ampuan, membuka grup WhatsApp dengan SMP, memanfaatkan spanduk, flyer, dan brosur serta mengoptimalkan media sosial, seperti Instagram dan Youtube.

“Dari Mei sampai hari ini, kita terus menyosialisasikan PPDB 2020,” pungkasnya. (Okky Adiana).