Cariu dan Sukamakmur Pun Masuk Zona Merah Bogor

Cariu dan Sukamakmur Pun Masuk Zona Merah Bogor

INILAH, Cibinong – Bukan hanya Cileungsi, persebaran virus corona juga mengancam Kecamatan Cariu dan Ciampea di Kabupaten Bogor. Ada dua kecamatan tambahan terpapar Covid-19, yakni Cariu dan Sukamakmur.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah Dwikorawati, Rabu (10/6/2020) menyatakan selain klaster Pasar Tradisional Cileungsi, dua warga Bumi Tegar Beriman lainnya juga terpapar wabah Covid-19.

“Berdasarkan hasil swab test, seorang laki-laki berusia 33 tahun asal Kecamatan Cariu dan seorang laki-laki berusia 37 tahun lainnya asal Kecamatan Ciampea juga dinyatakan terpapar wabah Covid 19,” tambahnya 

Ifah, sapaan akrabnya menuturkan mulai awal Maret lalu  hingga hari ini ada 254 kasus penyebaran wabah Covid-19, di mana 54 orang dinyatakan telah sembuh,  15 orang meninggal dunia, 183 orang lainnya masih dirawat dan 2 orang bukan lagi warga Kabupaten Bogor karena sudah beralih status kependudukannya.

Wanita yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah ini menjelaskan bahwa dengan adanya warga Kecamatan Cariu dan Sukamakmur yang terpapar, maka total ada 25 kecamatan yang termasuk atau pernah menjadi zona merah penyebaran wabah Covid 19.

“Wabah Covid-19 telah menyebar ke 25 kecamatan yaitu Cileungsi, Gunung Putri, Cariu, Sukamkmur, Jonggol, Klapanunggal, Citeureup, Babakan Madang, Cibinong, Bojonggede, Tajur Halang, Ciseeng, Kemang, Gunung Sindur, Rumpin, Parungpanjang, Leuwisadeng, Leuwiliang, Ciampea, Ciomas, Tamansari, Caringin, Ciawi dan Cigombong. Namun dengan sembuh atau meninggalnya pasien wabah covid 19 asal Parungpanjang, Ciawi dan Kemang maka 3 kecamatan tersebut sudah tidak lagi menjadi zona merah penyebaran wabah covid 19," jelasnya.

Syarifah melanjutkan data terupdate untuk jumlah Orang Dalam Pantuauan (ODP) hingga saat ini ada 233 orang, sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 285 orang.

“Jumlah ODP dan PDP hari ini ada penurunan, jika sebelumnya jumlah ODP dan PDP ada 279 orang dan 348 orang maka hari ini turun jumlahnya menjadi 233 orang dan 285 orang. Untuk jumlah PDP yang telah meninggal dunia masih sama seperti sebelumnya yaitu 115 orang,” lanjut Syarifah. (Reza Zurifwan)