Di Kota Bogor, Ojol Masih Belum Boleh Angkut Penumpang

Di Kota Bogor, Ojol Masih Belum Boleh Angkut Penumpang
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor menilai, saat ini masih berisiko untuk mengoperasionalkan kembali ojek online (ojol) yang mengangkut penumpang. Di Kota Bogor, masih diberlakukan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi pandemi Covid-19.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan, sesuai Peraturan Wali (Perwali) Kota Bogor Nomor 44 Tahun 2020 atas perubahan Perwali Kota Bogor Nomor 30 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Bogor tersirat tentang aturan mengenai physical distancing atau jaga jarak.

"Apabila ojol kembali mengangkut penumpang, maka tak ada lagi jaga jarak. Kami masih menegakkan aturan jaga jarak, karena di Perwali 44 itu kan kami berlakukan sosial dan physical distancing," kata Dedie, Rabu (10/6/2020).

Meski demikian, pihaknya tetap akan mempertimbangkan dan membahas lebih lanjut bersama para pihak terkait agar layanan transportasi ojek daring tersebut bisa melakukan pengangkutan penumpang.

"Pertama, Gojek telah memiliki Posko Aman di lima wilayah yang tersebar di Kota dan Kabupaten Bogor. Di posko tersebut, setiap driver mendapat pelayanan kesehatan yang mengacu pada protokol Covid-19 mulai dari pengecekan suhu, penyemprotan desinfektan pada kendaraan, hingga pemberian hand sanitizer," terangnya.

Dedie menambahkan, kedua, pihak Gojek juga sedang mempertimbangkan dalam menyediakan layanan hairnet pada helm untuk penumpang. Atau, kata Dedie, penumpang diminta untuk membawa helm sendiri.

"Gojek sedang merancang inovasi untuk membuat dinding pembatas antara penumpang dengan driver. Sehingga, penumpang merasa aman dan nyaman karena tidak langsung bersentuhan fisik. Ada pembatasnya dalam bentuk akrilik. Ini nantinya bisa lebih memberikan keamanan dari sisi penumpang tidak langsung bersentuhan dengan tubuh dari driver," jelas Dedie. (Rizki Mauludi)