Tim Saber Pungli Pantau PPDB Jabar

Tim Saber Pungli Pantau PPDB Jabar
Tim Saber Pungli di Command Center Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Jalan Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung. (istimewa)

INILAH, Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengapresiasi berbagai persiapan yang telah dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar terkait pelaksanaan PPDB SMA/SMK/SLB Tahun Ajaran 2020/2021. Sejumlah tahapan, mulai dari penyusunan regulasi hingga infrastruktur sudah dijalankan dengan baik dan tepat waktu.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya, usai memantau kesiapan sistem jaringan teknologi informasi (TI) PPDB SMA/SMK 2020 di Command Center Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Jalan Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Senin (8/6/2020).

"Secara konsep IT dan peraturan, sudah terbaik di Indonesia. Sudah dimulai dengan baik sejak tahapan dari bulan Maret," ujarnya.

Hadi berharap, berbagai tahapan yang sudah dijalankan dengan baik ini bisa meminimalisasi persoalan seperti yang terjadi pada pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Namun, menurutnya, perlu peran semua pihak agar PPDB ini berjalan lancar dan berlandaskan asas keadilan, objektif, dan akuntabel.

"Dinas Pendidikan tidak bisa menjangkau semuanya. Tidak bisa mengawasi langsung kepada semua pihak yang terkait," ucapnya.

Oleh karena itu, ia meminta peran aktif siswa dan orang tua/wali serta guru di sekolah (SMP dan SMA/SMK) agar PPDB berjalan lancar. "Guru dan orang tua ini kunci keberhasilan PPDB, terutama menyangkut integritas para penyelenggara di sekolah," tegasnya.

Menurutnya, guru SMP (sekolah asal siswa) harus maksimal dalam menyosialisasikan informasi apapun yang diperlukan terkait proses tersebut.

"Sosialisasi harus betul-betul dilakukan oleh wali kelas di SMP. Karena, orang tua pasti ada keterbatasan informasi. Jika ada orang tua atau siswa yang tidak bisa akses internet, harus dibantu oleh sekolah," ungkapnya.

Guru di SMA/SMK (sekolah yang dituju) pun memiliki peran yang tak kalah penting, terutama menyangkut integritas. Berkaca dari pengalaman PPDB tahun-tahun sebelumnya, menurutnya, persoalan-persoalan akan muncul di ujung tahapan seleksi siswa baru.

"Setengah prestasi ini harus sampai ke ujung. Tahun-tahun sebelumnya, PPDB bermasalah di ujung, penyimpangan-penyimpangan banyak diketahui setelah pengumuman," tuturnya.

Hadi pun kembali berpesan agar para penyelenggara di bagian hilir ini mampu menjaga marwah dan citra pendidikan Jawa Barat dengan memiliki integritas yang baik. "Kepala cabang dinas, kepala sekolah, guru, dan orang tua agar menjaga harkat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan PPDB," tegasnya.

Jika masih ditemukan persoalan, terutama yang melanggar hukum, Hadi memastikan akan ada sanksi tegas hingga pemidanaan. Terlebih, Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang terdiri dari kepolisian, kejaksaan, dan pemerintah daerah akan memantau langsung pelaksanaan PPDB.

"Tim Saber Pungli memiliki jaringan sampai ke kecamatan. Apalagi di era keterbukaan informasi sekarang ini, mereka paham seluk-beluk penanganan hukum. Jadilah insan yang baik, jangan lakukan hal-hal di luar kewenangan kita karena ada Saber Pungli," tegasnya. (*)