Ini Alasan Persib Keukeuh Ingin Liga Dilanjutkan Tahun Ini

Ini Alasan Persib Keukeuh Ingin Liga Dilanjutkan Tahun Ini
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono buka-bukaan mengenai keinginan timnya untuk tetap melanjutkan Liga 1 tahun ini.

Persib merupakan satu di antara lima tim yang berkeinginan agar kompetisi dilanjutkan. Sementara 12 tim sisanya memilih untuk menghentikan Liga 1 secara permanen atau diganti dengan turnamen.

Teddy mengatakan alasan Persib keukeuh ingin Liga 1 dilanjutkan karena satu di antaranya demi kepentingan tim nasional Indonesia. Sebab di tahun ini, timnas Indonesia, baik junior maupun senior akan menghadapi berbagai kejuaraan.

"Semua kompetisi akan bermuara ke timnas masing-masing negara. Sehingga kita semua harus dengan jernih memikirkan dengan sangat dalam dan komprehensif, untuk suatu kepentingan yang lebih besar, sebelum mengambil suatu keputusan terhadap kelanjutan Kompetisi Liga 1 tahun 2020 ini," ujar Teddy melalui aplikasi zoom.

Selain timnas, kata Teddy, gelaran kompetisi akan berdampak pada ekonomi terutama bagi untuk pelaku sepak bola dan stakeholder sepak bola nasional.

"Tapi tentu, kelanjutan Liga 1 2020 ini akan sangat tergantung pada situasi nasional terhadap pandemi Covid-19," katanya.

Teddy yakin kompetisi itu bisa dilaksanakan, terlebih saat ini pemerintah sudah merencanakan tatanan normal baru dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Dengan tatanan normal baru disertai protokol kesehatan yang ketat, maka sisi kesehatan dan ekonomi dari semua sendi kehidupan, termasuk industri sepak bola didalamnya, akan beradaptasi sehingga mencapai suatu titik keseimbangan baru," jelasnya.

Teddy pun memberikan apresiasi kepada PSSI yang berencana menggelar kompetisi pada September atau Oktober mendatang. Sebab jadwal itu bertepatan dengan jadwal Liga-Liga Eropa.

"Sehingga memudahkan mekanisme transfer pemain dan penjadwalan sesuai dengan kalendar FIFA match day," bebernya.

Dengan alasan itu, kata Teddy, Persib meminta kepada PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk melanjutkan kompetisi di tahun ini. Jangan sampai, lanjutnya kompetisi digantikan dengan turnamen.

"Banyak sekali implikasi, baik dari segi legalitas, keuangan, ekonomi, kinerja, kondisi fisik pemain, dan lain-lain, terhadap seluruh stakeholders sepak bola, dimana dampak tersebut bisa bersifat jangka panjang," jelasnya.

Teddy mengatakan bahwa turnamen dan kompetisi merupakan dua hal yang sangat memiliki perbedaan dari segi kualitas dan kinerja sebuah tim.

"Tentu saja Kompetisi akan menghasilkan kualitas pemain yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan turnamen, dimana hasil dari kompetisi tersebut adalah pemain yang berkualitas bagus untuk bermain di Timnas Indonesia," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)