Persib Masih Gaji Pemain Sebesar 25%

Persib Masih Gaji Pemain Sebesar 25%
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Gaji 25% masih diterapkan Persib Bandung untuk membayar para pemainnya hingga saat ini. Kepastian itu diungkapkan Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono.

Menurutnya pemberian gaji 25% itu merupakan keputusan yang telah dikeluarkan PSSI. Terlebih saat ini tidak ada kompetisi yang dijalani akibat belum berakhirnya pandemi virus Corona (Covid-19).

"Kita masih ikuti keputusan PSSI. Semua klub juga ikuti soal gaji pemain ini," kata Teddy melalui aplikasi zoom.

Teddy mengaku belum bisa memastikan untuk mengubah nilai gaji atau mengembalikan ke nilai sebelumnya. Sebab hingga saat ini PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum memutuskan dengan pasti terkait kelanjutan Liga 1 2020.

"Kita tidak mau berandai-andai, karena kita tidak tahu regulasi PSSI nanti seperti apa. Sehingga kita menunggu, karena kita juga belum tahu. Semisal jika kompetisi mulai September, kita tidak tahu formatnya seperti apa, selesainya kapan," jelasnya.

Karena itu, lanjut Teddy, perlu adanya kepastian mengenai kompetisi. Sebab memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan klub.

"Hubungan dengan sponsor dan kontrak pemain, itu semua berhubungan dengan kompetisi. Termasuk jangka kompetisi sampai kapan, selesainya kapan. Kalau formatnya bukan full kompetisi, pasti akan berbeda waktunya. Variable sangat banyak sehingga tidak bisa diputuskan," bebernya.

Dengan kondisi itu, kata Teddy, tim pelatih Persib Bandung belum dapat menentukan kapan tim akan berkumpul dan memulai berlatih bersama. Idealnya, tim berkumpul dua bulan sebelum kick off.

"Tergantung keputusan PSSI jadwal kick offnya. Karena jadwal kick off menentukan kapan latihan dimulai. Idealnya dua bulan sebelum kick off sudah mulai latihan. Tapi kick off saja belum tahu sehingga kita sulit untuk kita mengumpulkan pemain. Apalagi di Bandung masih PSBB sampai 12 juni. kita tidak bisa melakukan aktivitas sampai 12 juni nanti," pungkasnya.

Sebelumnya, PSSI telah mengadakan rapat virtual berulang kali bersama para peserta Liga 1, termasuk Liga 2. Bahkan PSSI juga melakukan rapat dengan Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) untuk menampung saran dan masukan mengenai nasib kompetisi.

Hasilnya, PSSI berencana untuk kembali menggulirkan kompetisi dengan beberapa opsi. Dimulai pada September atau Oktober 2020 dan berpusat di Pulau Jawa.

Namun hingga saat ini, nasib kompetisi belum dapat ditentukan. PSSI masih menunggu kabar dari pemerintah mengenai status bencana Covid-19. (Muhammad Ginanjar)