Diam di Rumah, BKKBN Jabar Khawatirkan Ledakan Kehamilan dan Kelahiran

Diam di Rumah, BKKBN Jabar Khawatirkan Ledakan Kehamilan dan Kelahiran
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - BKKBN Jawa Barat bersama mitra kerjanya Komisi IX DPR Adang Sudrajat melakukan sosialisasi program Bangga Kencana dan juga bakti sosial di Graha Berkah Sadaya di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Rabu (10/6/2020).

Kegiatan ini bertujuan agar berbagai program Keluarga Berencana (KB) terutama program pengendalian kehamilan dapat tetap berjalan dengan baik meski saat ini pandemi virus corona masih belum usai.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kabupaten Bandung Muhamad Hairun mengatakan, selama terjadinya pandemi virus corona yang mengharuskan masyarakat tetap di rumah atau stay at home, namun sosialisasi berbagai program KB tetap berjalan.

Justru dengan adanya kebijakan ini, dikhawatirkan dapat berpengaruh terhadap reproduksi wanita. Sehingga angka kehamilan dan kelahiran meningkat. Untuk mencegah meningkatnya kehamilan dan kelahiran tentunya penggunaan berbagai alat kontrasepsi menjadi bagian penting dalam kehidupan rumah tanggga masyarakat, terutama kelompok masyarakat usia subur.

"Memang untuk pemasangan alat kontrasepsi IUD ada pembatasan. Karena protokol kesehatan dan masyarakatnya calon akseptornya juga menurun selama pandemi ini. Tapi masyarakat usia subur ini diingatkan untuk tetap menunda kehamilan. Kemudian selama pandemi ini masyarakat usia subur ini harus terus diberikan sosialisasi soal alat kontrasepsi yang mudah dijangkau seperti penggunaan suntik, pil KB, kondom dan juga implan. Jadi selama ini kami tetap gencar melakukan sosialisasi," kata Hairun.

Dikatakan Hairun, sekarang ini, pencegahan penyebaran virus corona sangat penting. Namun demikian, pengendalian kehamilan dan kelahiran juga tak kalah penting. Karena jika tidak dikendalikan bisa mengakibatkan terjadinya ledakan penduduk. Hal tersebut harus terus dicegah dan dihindari. Kemudian, setelah memasuki adaptasi kehidupan baru (AKB) atau new normal, pihaknya akan menggenjot program satu juta IUD.

"Virus corona memang harus negatif, tapi ibu ibu juga harus negatif. Selama pandemi ini harus bisa menunda kehamilan dulu. Memang dari Januari hingga saat ini tidak ada laporan peningkatan yang signifikan angka kehamilan itu, tapi tetap saja harus diwaspadai dan dikendalikan. Karena bisa saja pada bulan berikutnya meningkat," ujarnya.

Hairun menambahkan, selain melakukan sosialisasi, untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi virus corona ini, BKKBN juga menggelar bakti sosial. Yakni berupa pembagian 500 paket sembako kepada para akseptor dan calon akseptor KB. Kemudian juga memberikan bantuan berupa Alat Perlindungan Diri (APD) untuk para tenaga medis di Puskesmas di Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Bandung.

"Pandemi virus corona ini memang menyebabkan perekonomian masyarakat terganggu. Ini ada bantuan sembako untuk masyarkat yang membutuhkan,"katanya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Budi Setiawan Joemhur menambahkan, pihaknya ingin memastikan masyarakat terutama di daerah pemilihan (dapil)nya dapat tercover oleh berbagai program yang sangat bagus dari BKKBN. Selain itu, sebagai wakil rakyat, anggota DPR maupun DPRD memiliki kewajiban untuk turun kepada masyarakat untuk mengawasi berbagai program yang dilakukan oleh mitra kerjanya dapat berjalan dengan baik.

"Komisi IX DPRRI mensuport dan mengawasi pemerimtah agar semua program ini berjalan dengan baik. Tidak hanya ditingkat nasional tapi harus berjalan baik hingga tingkat RT RW selama pandemi ini," katanya.

Budi melanjutkan, anggaran untuk penanganan pandemi virus corona itu cukup besar. Sehingga, DPR memiliki kewajiban untuk memastikan berbagai program tersebut berjalan dengan baik. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mengamankan kebijakannya dalam hal penanganan pandemi ini.

"Sampai dengan saat ini DPRRI terus mensuport apa yang dilakukan pemerintah selama itu berjalan dengan baik. Namun kami juga tetap mengkritisi pemerintah jika dirasa ada hal yang harus dikoreksi," ujarnya.

Sampai sejauh ini, lanjut Budi, penanganan pandemi virus corona yang dilakukan pemerintah sudah berjalan dengan baik. Meskipun memang hingga saat ini pandemi virus corona masih terus meningkat. Karena memang penanganan virus corona ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, melainkan juga kewajiban masyarakat untuk disiplinmenerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari harinya.

"Saya rasa ikhtiarnya sudah cukup bagus yah. Cuma kan masyarakatnya juga harus disiplin dalam merapkan pola hidup sehat," katanya. (Dani R Nugraha)